memulai hari dengan senyum
dan semangat....
semangat dan semangat

Selasa, 24 November 2009

Liburan di Jakarta (at Kota Tua...)


Lagi di ibu kota negara nih, panasss bener....rencana hari ini ke musium Fatahillah alias kota tua jakarta. Bila naik busway Blok M-Kota, turunnya di Halte Stasiun Kota. Ketika keluar
dari haltenya, kita ambil jalan ke arah utara (kiri), jalan kaki agak jauh sih tapi biar badan sehat, jalan aja teruuus aja, ntar ketemu deh lapangan besar, yah itu namanya adalah Taman Fatahillah, nah di sini ada gedung gede yang menghadap ke lapangan itu, itulah yang disebut Museum Sejarah Jakarta.

Bila naik KRL, turunlah di Stasiun Kota (Beos). Keluar dari stasiun, ambil jalan ke arah utara (kanan), jalan kaki agak jauh sih tapi sehat sih hehehe, pokoknya jalan aja teruuus aja, ntar ketemu deh lapangan besar, yah itu namanya adalah Taman Fatahillah, nah di sini ada gedung gede yang menghadap ke lapangan itu, itulah yang disebut Museum Sejarah Jakarta

Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp2.000,- ( dewasa ) kita akan dibawa dalam suasana Jakarta Tempoe Doloe dengan pintu-pintu dan jendela berbadan lebar.
Wah, lagi ada syuting film hantu kereta manggarai nih, tapi kok nggak ada artisnya ya...Kita jalan putar2 trus tetep foto2...seru lah..

Kata wikipedia nih, Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.
Gedung ini dulu adalah Stadhuis atau Balai Kota, yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn. Bangunan balaikota itu serupa dengan Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.
Arsitektur bangunannya bergaya abad ke-17 bergaya Barok klasik[rujukan?] dengan tiga lantai dengan cat kuning tanah, kusen pintu dan jendela dari kayu jati berwarna hijau tua. Bagian atap utama memiliki penunjuk arah mata angin.

Museum ini memiliki luas lebih dari 1.300 meter persegi. Pekarangan dengan susunan konblok, dan sebuah kolam dihiasi beberapa pohon tua.

Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Cina, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.

Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.

Kita juga bisa menyewa sepeda buat keliling-keliling kota tua, harganya murah kok...


0 komentar:

Posting Komentar