memulai hari dengan senyum
dan semangat....
semangat dan semangat

Minggu, 15 November 2009

Periksa sedini Mungkin Kanker Serviks


Apa saja metode deteksi dini kanker serviks
a. Inspeksi visual dengan asam asetat (IVA)
Yang kamu harus tahu tentang.... Inspeksi visual dengan asam asetat (IVA)
Pemeriksaan IVA diperkenalkan Hinselman 1925. Organisasi Kesehatan Dunia WHO meneliti IVA di India, Muangthai, dan Zimbabwe. Ternyata efektivitasnya tidak lebih rendah daripada tes Pap. Di Indonesia IVA

sedang dikembangkan dengan melatih tenaga kesehatan, termasuk bidan. Banyaknya kasus kanker serviks di Indonesia semakin diperparah disebabkan lebih dari 70% kasus yang datang ke rumah sakit berada pada stadium lanjut.

Beberapa negara maju telah berhasil menekan jumlah kasus kanker serviks, baik jumlah maupun stadiumnya. Pencapaian tersebut terutama berkat adanya program skrining massal antara lain dengan Tes Pap. Namun di Indonesia kebijakan penerapan program skrining kanker serviks kiranya masih tersangkut dengan banyak kendala, antara lain luasnya wilayah dan juga kurangnya sumber daya manusia sebagai pelaku skrining, khususnya kurangnya tenaga ahli patologi anatomik/sistologi dan stafnya, teknisi sitologi/skriner.

Pengobatan kanker serviks pada stadium lebih dini, hasilnya lebih baik, mortalitas akan menurun, dengan masalah yang begitu kompleks, timbul gagasan untuk melakukan skrining kanker serviks dengan metode yang lebih sederhana, antara lain yaitu dengan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan aplikasi asam asetat (IVA). Dengan metode inspeksi visual yang lebih mudah, lebih sederhana, lebih mampu laksana, maka skrining dapat dilakukan dengan cakupan lebih luas, diharapkan temuan kanker serviks dini akan bisa lebih banyak.

Kanker serviks mengenal stadium pra-kanker yang dapat ditemukan dengan skrining sitologi yang relatif murah, tidak sakit, cukup akurat; dan dengan bantuan kolposkopi, stadium ini dapat diobati dengan cara-cara konservatif seperti krioterapi, kauterisasi atau sinar laser, dengan memperhatikan fungsi reproduksi. Sistem kesehatan di seluruh dunia berbeda-beda, namun perencanaan skrining harus sejalan dengan pelayanan kesehatan lainnya dan dengan kerjasama antar program. Idealnya program skrining merupakan bagian dari pelayanan kesehatan kanker yang dikembangkan dalam struktur pelayanan kesehatan umum.

Di semua negara tempat program ini telah dilaksanakan 20 tahun atau lebih, angka kejadian kanker serviks dan angka kematian karenanya turun sampai 50-60%. Tidak dapat disangkal bahwa sejak dilakukan skrining massal terdapat peningkatan yang nyata dalam penentuan lesi prakanker serviks, sehingga dapat menurunkan insidens kanker serviks. Meskipun telah sukses mendeteksi sejumlah besar lesi prakanker, namun sebagian program yang dijalankan belum dapat dikatakan berhasil. Hasil yang kurang memadai agaknya disebabkan beberapa faktor, antara lain tidak tercakupnya golongan wanita yang mempunyai risiko (high risk group) dan teknik pengambilan sampel untuk pemeriksaan sitologi yang salah. Pemecahan masalah yang menyangkut golongan wanita dengan risiko tinggi dan teknik pengambilan sampel, berkaitan dengan strategi program skrining, serta peningkatan kemampuan laboratorium. Pengadaan laboratorium sentral sangat bermanfaat untuk pengendalian kualitas (quality control) terhadap pemeriksaan sitologi.

Masalah lain dalam usaha skrining kanker serviks ialah keengganan wanita diperiksa karena malu. Penyebab lain ialah kerepotan, keraguan akan pentingnya pemeriksaan, kurangnya pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan, takut terhadap kenyataan hasil pemeriksaan yang akan dihadapi, ketakutan merasa sakit pada pemeriksaan, rasa segan diperiksa oleh dokter pria atau pun bidan dan kurangnya dorongan keluarga terutama suami. Banyak masalah yang berkaitan dengan pasien dapat dihilangkan melalui pendidikan terhadap pasien dan hubungan yang baik antara dokter/bidan. Di samping itu, inovasi skrining kanker serviks dalam pelayanan kesehatan masyarakat dapat dilakukan bersamaan. Interval pemeriksaan sitologi (screening interval) merupakan hal lain yang penting dalam metode skrining.

Strategi program skrining kanker serviks harus memperhatikan golongan usia yang paling terancam (high risk group), perjalanan alamiah penyakit (natural history) dan sensitivitas tes Pap. The American Cancer Society menyarankan pemeriksaan ini dilakukan rutin pada wanita yang tidak menunjukkan gejala, sejak usia 20 tahun atau lebih, atau kurang dari 20 tahun bila secara seksual sudah aktif. Pemeriksaan dilakukan 2 kali berturut-turut dan bila negatif, pemeriksaan berikutnya paling sedikit setiap 3 tahun sampai berusia 65 tahun. Pada wanita risiko tinggi atau pernah men-dapat hasil abnormal harus diperiksa setiap tahun. Frekuensi yang lebih sering tidak menambah faedah.

Dengan begitu banyaknya angka kejadian kanker serviks, sepatutnya bidan sebagai tenaga kesehatan terdepan dalam kesehatan wanita ikut serta dalam menurunkan angka kejadian kanker serviks dengan metode yang sederhana yaitu IVA tes.

Metode skrining IVA mempunyai kelebihan, diantaranya..
1. Mudah, praktis dan sangat mampu laksana.
2. Butuh bahan dan alat yang sederhana dan murah
3. Sensivitas dan spesifikasitas cukup tinggi
4. Dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bukan dokter ginekologi, dapat dilakukan oleh bidan di setiap tempat pemeriksaan kesehatan ibu atau dilakukan oleh semua tenaga medis terlatih
5. Alat-alat yang dibutuhkan dan Teknik pemeriksaan sederhana sangat sederhana.
6. Metode skrining IVA sesuai untuk pusat pelayanan sederhana

Syarat ikut IVA TEST :
1. Sudah pernah melakukan hubungan seksual
2. Tidak sedang datang bulan/haid
3. Tidak sedang hamil
4. 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual

Pelaksanaan skrining IVA
Untuk melaksanakan skrining dengan metode IVA, dibutuhkan tempat dan alat sebagai berikut:
1. Ruangan tertutup, karena pasien diperiksa dengan posisi litotomi.
2. Meja/tempat tidur periksa yang memungkinkan pasien berada pada posisi litotomi.
3. Terdapat sumber cahaya untuk melihat serviks
4. Spekulum vagina
5. Asam asetat (3-5%)
6. Swab-lidi berkapas
7. Sarung tangan

Teknik IVA
Dengan spekulum melihat serviks yang dipulas dengan asam asetat 3-5%. Pada lesi prakanker akan menampilkan warna bercak putih yang disebut aceto white epithelum Dengan tampilnya porsio dan bercak putih dapat disimpul- kan bahwa tes IVA positif, sebagai tindak lanjut dapat dilakukan biopsi. Andaikata penemuan tes IVA positif oleh bidan, maka di beberapa negara bidan tersebut dapat langsung melakukan terapi dengan cryosergury. Hal ini tentu mengandung kelemahan-kelemahan dalam menyingkirkan lesi invasif.

Kategori pemeriksaan IVA
Ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan, salah satu kategori yang dapat dipergunakan adalah:
1.IVA negatif = Serviks normal.
2.IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip serviks).
3.IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ).
4.IVA- Kanker serviks Pada tahap ini pun, untuk upaya penurunan temuan sta-dium kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi penurunan kematian akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada stadium invasif dini.
.

b. Pap Smear
Yang kamu harus tahu tentang.... Pap Smear
Tes Pap diperkenalkan 1928 oleh Dr George Papnicolau. Sejak dilakukan tes Pap, kejadian kanker serviks menurun drastis. Angka kematian akibat kanker serviks di negara maju menurun sekitar 75 persen (dari 1940an ke 1980an). Internasional Agency for Research on Cancer (IARC) melaporkan, hasil penapisan setiap lima tahun dan mengobati penyakit prakanker mulut rahim diperkirakan dapat menurunkan angka kejadian kanker serviks hingga lebih dari 80 persen.
Prosedur pemeriksaan tes Pap mudah, murah, aman, dan non-invasif. Angka sensitivitas 90 persen. Kesalahan biasanya disebabkan oleh pengambilan, fiksasi, dan proses pewarnaan preparat yang tidak tepat. Kesalahan lain mungkin terjadi saat pembacaan sediaan tes Pap. Tes Pap tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar dalam menegakkan lesi keganasan serviks. Pemeriksaan tes Pap hanyalah menapis dari sel-sel serviks wanita yang tampak sehat tanpa gejala dan kemudian dilakukan tindak lanjut.

Siapa yang Harus Melakukan Pap Smear?
American Cancer Society merekomendasikan Pap smear pertama sekitar 3 tahun setelah hubungan seksual pertama atau pada usia 21 tahun. Setelah usia 21 tahun, petunjuknya sbb:

Usia (tahun) Frekuensi
21 – 29 Sekali setahun Pap smear regular atau setiap 2 tahun menggunakan Pap smear berbasis cairan
30 – 69 Setiap 2 – 3 tahun jika anda memiliki hasil 3 tes normal secara berurutan
Lebih dari 70 Anda dapat menghentikan Pap smear jika anda memiliki hasil 3 tes normal secara berurutan dan Pap smear anda normal selama 10 tahun

Tanpa melihat usia anda, jika anda memiliki faktor resiko anda perlu melakukan tes setiap tahun. Faktor resikonya yaitu:
1. Riwayat aktivitas seksual saat remaja, khususnya jika anda memiliki lebih dari 1 pasangan seks
2. Saat ini memiliki pasangan seks yang banyak (multiple)
3. Pasangan yang memulai aktivitas seksual sejak dini dan yang memiliki banyak pasangan seksual sebelumnya
4. Riwayat penyakit menular seksual
5. Riwayat keluarga dengan kanker serviks
6. Diagnosis kanker serviks atau Pap smear memperlihatkan sel prakanker
7. Infeksi human papilloma virus (HPV)
8. Perokok
9. Terpapar dietilstilbestrol (DES) sebelum lahir
10. Infeksi HIV
11. Sistem imun yang lemah karena beberapa faktor seperti transplantasi organ, kemoterapi atau penggunaan kortikosteroid kronis

Jika anda melakukan histerektomi total (operasi pengangkatan uterus termasuk serviks) tanyakan dokter anda apakah anda perlu melanjutkan Pap smear. Jika histerektomi dilakukan untuk kondisi non-kanker, seperti fibroids, anda dapat menghentikan Pap smear rutin. Namun jika histerektomi dilakukan untuk kondisi prakanker atau kanker, saluran vagina anda harus diperiksa untuk mengetahui adanya perubahan abnormal.

Persiapan Pap Smear
Agar pemeriksaan pap smear anda efektif, ada beberapa tips sebelum melakukan tes:
1. Hindari berhubungan seksual atau menggunakan obat vaginal atau busa/krim/gel spermisid selama 2 hari sebelum melakukan Pap smear karena ini dapat menyembunyikan sel abnormal
2. Pap smear tidak dilakukan selama periode haid anda, walaupun tes dapat dilakukan lebih baik untuk menghindari waktu tertentu dari siklus anda

Bagaimana cara pelaksanaan pap smea
Pap smear dilakukan di ruang dokter/bidan. Pertama anda berbaring di atas meja periksa dengan lutut ditekuk. Tumit anda akan diletakkan pada alat stirrups. Secara perlahan dokter/bidan akan memasukkan alat spekulum ke dalam vagina anda. Lalu dokter/bidan akan mengambil sampel sel serviks anda dan membuat apusa (smear) pada slide kaca untuk pemeriksaan mikroskopis.

Dokter/bidan anda akan mengirim slide ke laboratorium, yang mana seorang cytotechnologist (orang yang terlatih untuk mendeteksi sel abnormal) akan memeriksanya. Teknisi ini bekerja dengan bantuan patologis (dokter yang ahli dalam bidang abnormalitas sel). Patologis bertanggung jawab untuk diagnosis akhir.

Pendekatan terbaru dengan menggunakan cairan untuk mentransfer sampel sel ke laboratorium. Dokter/bidan akan mengambil sel dengan cara yang sama, namun dokter/bidan akan mencuci alat dengan cairan khusus, yang dapat menyimpan sel untuk pemeriksaan nantinya. Ketika sampel sampai ke laboratorium, teknisi menyiapkan slide mikroskopik yang lebih bersih dan mudah diinterpretasikan dibanding slide yang disiapkan dengan metode tradisional. Umumnya dokter akan melakukan Pap smear selama pemeriksaan panggul (prosedur sederhana untuk memeriksa genital eksternal, uterus, ovarium, organ reproduksi lain dan rektum). Walaupun pemeriksaan panggul dapat mengetahui masalah reproduksi, hanya Pap smear yang dapat mendeteksi kanker serviks atau prakanker sejak dini.

Hasil pemeriksaan pap smear anda..
Pap smear hanya sebagai tes skrining untuk melihat ada atau tidaknya lesi kanker, bukan sebuah diagnosis. Istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sel abnormal dipilih secara hati-hati untuk mengirim pesan spesifik kepada dokter anda tentang resiko yang ada. Berikut beberapa istilah yang mungkin digunakan dokter dan kemungkinan langkah anda selanjutnya:
1. Normal
Tes anda negatif (tidak ada sel abnormal terdeteksi). Anda tidak perlu pengobatan atau tes lebih lanjut sampai Pap smear dan pemeriksaan panggul selanjutnya.
2. Sel bersisik atipikal tidak terdeterminasi signifikan (Atypical squamous cells of undetermined significance)
Sel bersisik tipis dan datar, tumbuh di permukaan serviks yang sehat. Pada kasus ini, Pap smear mengungkap adanya sedikit sel bersisik abnormal, namun perubahan ini belum jelas memperlihatkan apakah ada sel prakanker. Dengan tes berbasis cairan, dokter anda dapat menganalisa ulang sampel untuk mengetahui adanya virus yang dapat menimbulkan kanker, seperti HPV. Jika tidak ada virus, sel abnormal yang ditemukan tidak menjadi perhatian utama. Jika dikhawatirkan ada virus, anda perlu melakukan tes lebih lanjut.
3. Lesi intraepitelial sel bersisik (Squamous intraepithelial lesion)
Istilah ini digunakan untuk mengindikasi bahwa sel yang diperoleh dari Pap smear mungkin sel prakanker. Jika perubahan masih tingkat rendah, ukuran, bentuk dan karakteristik lain dari sel memperlihatkan adanya lesi prakanker yang dalam beberapa tahun akan menjadi kanker. Jika perubahan termasuk tingkat tinggi, ada kemungkinan lebih besar lesi akan menjadi kanker lebih cepat. Perlu dilakukan tes diagnostik.
4. Sel glandular atipikal (Atypical glandular cells)
Sel glandular memproduksi lendir dan tumbuh pada permulaan serviks dan dalam uterus. Sel glandular atipikal mungkin menjadi abnormal, namun tidak jelas apakah mereka bersifat kanker. Tes lebih lanjut diperlukan untuk menentukan sumber sel abnormal.
5. Kanker sel bersisik atau sel adenokarsinoma (Squamous cancer or adenocarcinoma cells)
Sel yang diperoleh dari Pap smear memperlihatkan abnormal, sehingga patologis hampir yakin ada kanker dalam vagina, serviks atau uterus. Sel bersisik menunjukkan kanker timbul di permukaan datar sel pada serviks. Adenokarsinoma menunjukkan kanker timbul di sel glandular. Jika sel sejenis ditemukan, dokter akan segera melakukan investigasi lebih lanjut.

Pap smear berbasis cairan akan memberi hasil negatif palsu yang lebih sedikit. Dengan tes yang sama, hasil positif palsu sangat jarang. Hasil negatif palsu tidak berarti ada kesalahan yang dibuat, banyak faktor yang menyebabkan negatif palsu, yaitu:
1. Pengambilan sel yang tidak cukup
2. Sel abnormal sedikit
3. Lokasi lesi tidak dapat dijangkau
4. Lesi kecil
5. Sel abnormal meniru sel benigna
6. Darah atau pembengkakan sel menyembunyikan sel abnormal

c. Thin Prep Test

Thin Prep Pap Test adalah Pap smear cara baru, yang mana getah leher rahim diambil seperti biasa dengan cytobrush, tetapi tidak langsung dibuat sediaan apus diatas kaca objek, melainkan dicelupkan atau direndam dalam botol kecil berisi cairan fiksasi/pengawet.Cara ini memastikan sel-sel yang terkumpul pada cytobrush lebih mudah dilepaskan ke dalam cairan pengawet dan dapat tertampung seluruhnya sehingga tidak ada sel yang hilang.Pembuatan sediaan apus/slide diatas kaca objek dilakukan oleh mesin Thin Prep Proccessor di Laboratorium Sitologi.

Keunggulan teknologi baru mutakhir ini ternyata dapat meningkatkan ketelitian dan ketepatan diagnosa dalam mendeteksi sel prakanker dan sel kanker leher rahim sehingga dapat menghindari hasil negatif palsu yang sering terjadi pada hasil pemeriksaan Pap Smear cara konvensional. Dengan demikian hasil Thin Prep Pap Test sangat dapat dipercaya.Thin Prep Pap Test adalah peningkatan kemampuan yang ampuh terhadap Pap Smear cara biasa yang pertama kali dilakukan sejak diperkenalkan 50 tahun yang lalu.Penelitian dari berbagai sumber diseluruh dunia membuktikan bahwa hasil Thin Prep Pap Test lebih akurat (tepat) daripada hasil PAP SMEAR cara biasa. Thin Prap Pap Test memang dikembangkan untuk mengatasi kendala dan hasil negatif palsu yang sering ditemukan pada hasil Pap Smear cara biasa/konvensional.Pengambil apusan getah leher rahim (dokter/bidan) dengan lembut akan mengapus sekret/getah dari leher rahim anda tanpa rasa nyeri dengan alat cytobrush. Sekret yang didapat segera direndam atau dicelupkan kedalam botol berisi cairan pengawet dan kemudian sampel dalam botol itu dikirim ke Laboratorium Sitologi.



d. Pap Net
Pada dasarnya pemeriksaan Pap Net berdasarkan pemeriksaan slide Tes Pap. Bedanya untuk mengidentifikasi sel abnormal dilakukan secara komputerisasi. Slide hasil Tes Pap yang mengandung sel abnormal dievaluasi ulang oleh ahli patologi/sitologi. Pusat komputerisasi Pap Net yaitu New York, Amsterdam dan Hongkong. Saat ini di jaringan Pap Net yang ada di Indonesia slidenya dikirim ke Hongkong. Ini skrining preparat tes Pap yang telah diwarnai dengan komputer. Pap Net bertujuan meningkatkan akurasi pemeriksaan tes Pap, karena dapat mendeteksi sel-sel abnormal lebih teliti meski masih perlu dibaca lagi oleh tenaga ahli sitologi.

Kelebihan Pap Net adalah dapat memeriksa banyak preparat, waktu skrining lebih cepat, tidak ada faktor kelelahan, dan akurasi lebih tinggi, alat ini dapat mengidentifikasi sel-sel abnormal atau sel-sel prakanker walaupun jumlahnya masih sedikit sekali. Bahkan jika jumlah selnya hanya 5 pun keberadaannya sudah bisa
terdeteksi. Umumnya, pembesaran komputer yang digunakan mencapai 50, 200
dan 400 kali. Namun, alat ini tidak mempengaruhi negatif palsu yang disebabkan oleh salah pengambilan dan harganya sangat mahal.

e. Kolposkopi
Pemeriksaan melihat porsio (juga vagina dan vulva) dengan pembesaran 10-15x.; untuk menampilkan porsio, dipulas terlebih dahulu dengan asam asetat 3-5%. Pada porsio dengan kelainan (infeksi HPV atau NIS) terlihat bercak putih atau perubahan corakan pembuluh darah. Kolposkopi dapat berperan sebagai alat skrining awal, namun ketersediaan alat ini terbatas karena mahal.Oleh karena itu alat ini lebih sering digunakan dalam prosedur pemeriksaan lanjut dari hasil Tes Pap abnormal

Kalau pemeriksaan sitologi menilai perubahan morfologi sel-sel yang mengalami eksfoliasi, maka kolposkopi menilai perubahan pola epitel dan vaskular serviks yang mencerminkan perubahan biokimia dan perubahan metabolik yang terjadi di jaringan serviks. Hampir semua NIS terjadi di daerah transformasi, yaitu daerah yang terbentuk akibat proses metaplasia. Daerah ini dapat dilihat seluruhnya dengan alat kolposkopi, sehingga biopsi dapat dilakukan lebih terarah. Jadi tujuan pemeriksaan kolposkopi bukan untuk membuat diagnosis histologik tetapi menentukan kapan dan di mana biopsi harus dilakukan. Pemeriksaan kolposkopi dapat mempertinggi ketepatan diagnosis sitologi menjadi hampir mendekati 100%.

Di Indonesia pemeriksaan kolposkopi biasanya merupakan pemeriksaan lanjutan setelah pemeriksaan Pap Smear, tetapi di negara maju pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan standar untuk deteksi dini terhadap kanker vulva/vagina termasuk kanker serviks.

f. Servikografi

Pemeriksaan kelainan di porsio dengan membuat foto pembesaran porsio setelah dipulas dengan asam asetat 3-5% yang dapat dilakukan oleh bidan. Hasil foto serviks dikirim ke ahli ginekologi (yang bersertifikat untuk menilai). Servikografi terdiri dari kamera 35 mm dengan lensa 100 mm dan lensa ekstensi 50 mm. fotografi diambil oleh dokter, perawat,atau tenaga kesehatan lainnya, dan slide (servikogram) dibaca oleh yang mahir dengan kolposkop. Disebut negatif atau curiga jika tidak tampak kelainan abnormal, tidak memuaskan jika SSK tidak tampak seluruhnya dan disebut defek secara teknik jika servikogram tidak dapat dibaca (faktor kamera atau flash).

Kerusakan (defect) secara teknik pada servikogram kurang dari 3 %. Servikografi dapat dikembangkan sebagai skrining kolposkopi. Pemeriksaan servikografi, sitologi, servikografi dan kolposkopi dilakukan serentak pada 257 kasus di Korea dalam skrining massal. Mereka menemukan sensitivitas servikografi, tes Pap dan kolposkopi masing-masing 85 %, 55% dan 95%, dan spesifisitas masing-masing 82,3%, 78,1% dan 99,7%. Kombinasi servikografi dan kolposkopi dengan sitologi mempunyai sensitivitas masing-masing 83% dan 98% sedang spesifisitas masing-masing 73% dan 99%. Perbedaan ini tidak bermakna. Dengan demikian servikografi dapat digunakan sebagai metoda yang baik untuk skrining massal, lebih-lebih di daerah di mana tidak ada seorang spesialis sitologi, maka kombinasi servikogram dan kolposkopi kelihatannya merupakan keharusan.

g. Gineskopi
Alat ini dikenalkan Abrams, 1987. Gineskopi menggunakan teleskop monokuler, ringan dengan pembesaran 2,5 x dapat digunakan untuk meningkatkan skrining dengan sitologi. Biopsi atau pemeriksaan kolposkopi dapat segera disarankan bila tampak daerah berwarna putih dengan pulasan asam asetat. Sensitivitas dan spesifisitas masing-masing 84% dan 87% dan negatif palsu sebanyak 12,6% dan positif palsu 16%. Perbandingan yang dilakukan oleh Samsudin,dkk membandingkan pemeriksaan gineskopi dengan pemeriksaan sitologi pada sejumlah 920 pasien dengan hasil sebagai berikut: Sensitivitas 95,8%; spesifisitas 99,7%; predictive positive value 88,5%; negative value 99,9%; positif palsu 11,5%; negatif palsu 4,7% dan akurasi 96,5%. Hasil tersebut memberi peluang digunakannya gineskopi oleh tenaga paramedik/bidan untuk mendeteksi lesi prakanker bila fasilitas pemeriksaan sitologi tidak ada.

h. Polar Probe
Metode terbaru ini masih dikembangkan di negara maju. Merupakan alat opro-elektronik untuk mengukur biofisik dan respons optik dengan stimulasi elektrik jaringan serviks. Akan dihasilkan energi listrik dan gelombang ringan bila ada prakanker dan kanker. Keuntungannya, hasil pemeriksaan dapat langsung diketahui dan mudah. Seperti alat penapis lainnya, polar probe bersama tes Pap akan meningkatkan akurasi pmeriksaan hingga lebih dari 90 persen.

i. Tes DNA - HPV
Telah dibuktikan bahwa lebih 90% kondiloma serviks, NIS dan kanker serviks mengandung DNA-HPV. Hubungannya dinilai kuat dan tiap tipe HPV mempunyai hubungan patologi yang berbeda. Tipe 6 dan 11 termasuk tipe HPV risiko rendah jarang ditemukan pada karsinoma invasif kecuali karsinoma verukosa. Sementara itu tipe 16, 18, 31 dan 45 tergolong tipe HPV risiko tinggi. HPV typing dilakukan dengan hibridasi DNA

Sumber
http://medicastore.com/med/artikel.php
http://www2.kompas.com/kesehatan
https://www.beaumonthospitals.com/files/health-library

S2 Kebidanan di Australia


Profesi kebidanan adalah salah satu profesi yang sudah diakui di dunia Internasional sebagai profesi yang paling dekat dengan perempuan selama siklus kehidupannya. Sebagai salah satu profesi dalam bidang kesehatan bidan memiliki kewenangan untuk memberikan pelayanan kebidanan


yaitu kesehatan reproduksi kepada perempuan remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, bersalin, nifas, masa interval, klimakterium, dan menopause, bayi baru lahir, anak balita dan prasekolah. Selain itu Bidan juga berwenang untuk memberikan pelayanan keluarga berencana dan kesehatan masyarakat.

Pendidikan bidan merupakan wadah dimana calon bidan ditempa yang nantinya akan diterjunkan ke masyarakat untuk pengabdian. Pendidikan langsung atau setelah menempuh pendidikan perawat merupakan pola pendidikan bidan yang awalnya diterapkan diseluruh dunia, karena memang awalnya profesi bidan masih menjadi satu dengan profesi keperawatan. Setelah bidan menemukan jati dirinya yang berbeda dengan keperawatan maka pola pendidikan khusus bidan pun dikembangkan didunia. Dimulai dari tingkat pendidikan bidan yang setara dengan diploma sampai pascasarjana.

Disetiap negara sangat berharap bahwa dengan berkembangnya pendidikan bidan sampai jenjang master, maka profesionalisme dalam menjalankan praktik kebidanan juga meningkat. hal ini tentu saja akan diiringi dengan menurunya angka kematain ibu dan bayi serta meningkatkan status kesehatan masyrakat.

Australia adalah salah satu negara yang juga menyelenggarakan pendidikan kebidanan yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme bidan dalam memberikan asuhan kebidanan melalui pendidikan berjenjang dan berkelanjutan sampai ketingkat master.
Pada umunya pendidikan di Australia terpengaruh oleh model kolonialisme Inggris terhadap penerimaan bidan yang direkrut dari perawat, walaupun pada perkembangan terakhir model ini perlahan mulai ditinggalkan dan mengarah pada pola pendidikan khusus bagi bidan.

A.Pendidikan Master Kebidanan di Australia
Agar mendapatkan pengakuan dan registrasi dari pemerintah, seorang bidan harus telah menyelesaikan pendidikan yang diakui oleh pemerintahan dimana tempat bidan berada. Di Negara Australia berlaku juga hal yang sama, yang mana bidan yang telah mendapatkan registrasi harus sudah mempunyai kualifikasi sebagai perawat umum sebelum menempuh pendidikan bidan, walaupun sudah ada beberapa bidan praktik yang terlatih sebelum program ini dicanangkan.

Pendidikan perawat umum ditempuh dalam waktu tiga tahun. Pendidikan perawat ini adalah pendidikan bergelar dan mempelajari seluruh aspek kesehatan dan keperawatan yang setelah tamat diberi gelar “Bachelor of Health Science Nursing”. Lulusannya dapat bekerja di institusi yang berhubungan dengan keperawatan psikiatri, geriatric, dan perawatan anak yang mengalami keterlambatan perkembangan. Beberapa perawat umum juga bekerja di unit kebidanan dan NICU.

Selama 10 tahun terakhir, pendidikan bidan dibeberapa Negara bagian Australia telah berpindah dari pendidikan di rumah sakit menjadi pendidikan di universitas. Ada yang berpindah secara keseluruhan, ada yang berpindah sebagian ( kombinasi dari rumah sakit dan universitas).

Program pendidikan yang ditawarkan di universitas berupa “Graduate Diploma” dan ada pula yang berupa “Master”. Program master biasanya ditempuh dengan kuliah jarak jauh atau e-learnig program, sehingga peserta didik selain dapat bekerja juga dapat mengembangkan jenjang pendidikannya sampai pada master.

Calon peserta didik biasanya harus mempunyai pengalaman kerja minimal dua tahun sebelum menempuh pendidikan bidan. Sebagian besar program pendidikan diselesaikan dalam satu tahun dan ada yang dua tahun.

Pendidikan Bidan jenjang master telah banyak didirikan oleh universitas – universitas di Negara bagian di Australia. Beberapa contoh program master sebagai acuan bagi bidan di Indonesia.

1.NEW CASTLE UNIVERSITY
a. Gelar : M.Mid
b. Lama pendidikan : 7 – 20 bulan ( 2- 5 trimester)
c. Row Input
1) Bachelor of Midwifery
2) Lulusan diploma yang sudah terregristrasi
3) Bidan yang belum menempuh pendidikan tersebut diatas tetapi juga mempunyai angka kredit akademik lain sebagai persyaratan seperti:
a) Bidan yang mempunyai pengalaman klinis kebidanan, pendidik, training dan kualifikasi seperti: sertifikat ANC, sertifikat konsultan laktasi, sertifikat Advance Life Suport Obstetric (ALSO), sertifikat teaching and learning.
b) Bidan yang mempunyai tulisan ilmiah kebidanan dengan level setara dengan master.
d. Kurikulum
Kurikulum sebanyak 120 unit sks dengan masa didik ditempuh tiap trimester dengan metoda e-learning.
e. Biaya : beasiswa dari pemerintahan persemakmuran Australia.
f. Pelaksanaan
1) Bidan Lulusan Diploma
Diploma bidan biasanya sudah menempuh 60 unit sks, sedangkan Diploma lulusan bidan dari New Castle University telah menempuh 80 unit sks, sehingga bagi diploma bidan lulusan diluar New Castle University wajib menempuh sks 60 unit untuk melengkapi menjadi 120 unit sks.
Mata kuliah wajib:
a) Contrac learning A = 10 unit
b) Contrac learning B = 10 unit
c) Mata kuliah pilihan = 40 unit
Mata kuliah pilihan masing – masing 10 unit
 Investigative Methods for Clinical Practice
 Counselling 1
 Contemporary Midwefery
 Midwifery Practice Issue
 The childbearing Woman and Her Family
 Teaching and Learning in the Clinical Context
 Special Care of Newborn (mata kuliah yang dianjurkan)
 Neonatal Intensive Care Nursing (mata kuliah yang dianjurkan)
 Leadership and Management in Practice
 Leading Change in Practice
 Biostatistics A
 Research Protocol Design
 Epidemiology A Basic Methods
 Qualitative Methods in Health Research
2) Bagi Bidan Non lulusan diploma
Bidan tersebut harus mempunyai kredit akademik yang bisa disetarakan 60 unit atau sebesar 50% dari total sks. 120 sks harus tetap diterima, baik melaui laporan (sertifikat – laporan) dan beberapa mata kuliah pilihan.
Mata kuliah wajib:
a) Contrac learning A = 10 unit
b) Contrac learning B = 10 unit
c) Mata kuliah pilihan minimum 4 mata kuliah ( yang setara 40 sks) dengan beban maksimal 100 sks.
Mata kuliah pilihan:
 Investigative Methods for Clinical Practice
 Counselling 1
 Contemporary Midwefery
 Midwifery Practice Issue
 The childbearing Woman and Her Family
 Teaching and Learning in the Clinical Context
 Special Care of Newborn (mata kuliah yang dianjurkan)
 Neonatal Intensive Care Nursing (mata kuliah yang dianjurkan)
 Leadership and Management in Practice
 Leading Change in Practice
 Biostatistics A
 Research Protocol Design
 Epidemiology A Basic Methods
 Qualitative Methods in Health Research

2. FLINDERS UNIVERSITY
a. Penyelenggaraan : Diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan
b. Gelar :M.Mid
c. Jumlah SKS : 54 SKS
d. Tujuan akhir program Master
1) Memperoleh disiplin ilmu kebidanan tingkat advance meliputi tingkat konseptual dan promosi praktik kebidanan yang lebih baik.
2) Mampu berpartisipasi dalam pertolongan persalinan, meliputu perencanaan, implementasi, dan penelitian kebidanan.
3) Mampu mendemontrasikan praktik kebidanan berdasarkan penelitian kebidanan dan praktik kebidanan yang baik.
4) Mengaplikasi etik dan konsep teoritis untuk analisis dan pengembangan keputusan kilinik yang profesional.
5) Mengembangkan koalitas praktik kebidanan dalam tatanan praktik dengan critical analysis dan pemikiran reflektif.
6) menganalisis lingkungan yang mempengaruhi asuhan kebidanan persalinan pada multicultural masyarakat
7) Mengmbangkn kepemimpinan pada profesi kebidanan
8) Berkontribusi secara profesional baik dalam politik dan sosial kultur berhubungan dengan kebidanan dan komunitas.
9) Mendemontrasikan pemahaman kemampuan aturan yang berkaitan dengan kebidanan.
e. Syarat
Pendaftaran diprogram master kebidanan harus seorang yang telah lulus sebagai perawat kebidanan atau yang setara dengan kualifikasi yang telah disetujui oleh fakultas, harus sudah menjadi bidan yang terregristrasi, dan sudah mempunyai sertifikat praktik.
f. Program Studi
Untuk memenuhi kulifikasi magister kebidananan, mahasiswa harus menempuh 54 sks dan semuanya harus lulus dengan baik dan tidak terdapat mata kuliah pilihan pada program ini.
g. Mata kuliah utama
Mata kuliah utama
1) Issue and Methods in Nursing and Midwifery Research 6 unit
2) Epidemiology for Nurses and Midwives 3 unit
3) Qualitative Research 3 unit
4) Health Statistics 3 unit
5) Clinical Science for Midwives 6 unit
6) Sociology of Childbirth 3 unit
7) Elective topic 3 unit
8) Thesis 36 unit
Pathway 2 (tidak ditawarkan pada 2008)
1) Midwifery 1 9 unit
2) Midwifery 2 9 unit
3) Research Project 18 unit
Pathway 3 (tidak ditawarkan pada 2008)
1) Midwifery 1 9 unit
2) Midwifery 2 9 unit
3) Practice Project in Nursing and Midwifery 9 unit
4) Elective topics 9 unit

ELECTIVE TOPIK (tidak semua topic diselenggarakan tiap tahun atau semester).
1) Midwifery History and Politics 6 unit
2) Law and Ethic for Advanced Practice 3 unit
3) Introduction to Clinical Audit 3 unit
4) Conducting a clinical Audit 3 unit
5) Clinical Audit Paper 3 unit
6) Independent Study 3 unit
7) Independent Study 6 unit
8) Therapeutic Touch : Complementary Healing Modality
in Health and Illness 3 unit
9) Infertility and Issue in Asissted Reproduction 6 unit
10) Independent Study 4.5 unit

3. JAMES COOK UNIVERSITY (JCU) – QUEENSLAND
a. Gelar : Master Midwifery
b. Proses pembelajaran
Program master kebidanan bersifat fleksibel, hasiswa bisa full time bisa part time. Jumlah beban sks yang harus ditempuh oleh mahasiswa sebesar 36 sks. untuk mahasiswa lulusan diploma kebidanan Dari James Cook University harus menempuh maksimal 24 kredit point sedangkan mahasiswa selain lulusan James Cook University atau mahasiswa yang berlatang belakang praktik bidan dirumah sakit harus menempuh mata kuliah tambahan yang relevan dengan jurusan kebidanan dengan jumlah angka kredit maksimal 18 sks.
c. Tujuan Program Master:
1) Mencetak Bidan yang kompoten dalam memberikan pelayanan kebidanan yang baik sesuai dengan wewenangnya.
2) Bidan yang mempunyai legal aspek dan etik profesi
3) bidan yang mampu menghargai kepercayaan dan nilai – nilai yang terkait dalam praktik kebidanan dalam seluruh latar belakang social budaya.
4) Bidan yang mampu memberikan pelyanan kebidanan berdasarkan hasil penelitian.
5) Bidan yang mempunyai fungsi mandiri dalam kolaborasi dalam tim.
6) Mampu melakuk penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan.
d. Mata Kuliah
1) Mata Kuliah Level 1
a) Phisicologycal Processes in Midwifery
b) Phatophysiological Processes in Midwifery
c) Precnancy, Birth and Postnatal Midwifery Care
d) Midwifery Care in ‘ At Risk’ Events
2) Mata Kuliah Level 2
a) Perinatal Critical Care and the pregnant Woman
b) Research: Theory and Methodology
c) Professional Midwifery Care
d) Elective Subject
3) Mata Kuliah Level 3
a) Advanced Midwifery Care
b) Dispute Resolution: A Nursing Perspective
c) Independent Project, atau Clinical Governance Project
d) Elective Subject
Mata kuliah pilihan yang bisa diambil oleh mahasiswa program master:
a) Family Planning Queensland Introduction to Sexual & Reproductive Health Theory.
b) Family Planning Queensland Pap Smear Provider Module
c) QNC- Accredited Immunisation Endorsement Program
e. Jadwal Pelaksanaan Perkuliahan
1) Mata Kuliah Periode 1 (February – June)
a) Advanced Phisicologycal Nursing
b) Nursing Inquiry for Specialist Practice
c) Research: Proposal Writing (1)
d) Clinical Governance Project
e) Itroduction to Nurse Education
f) Contemporary Issue in Nurse Education
g) Advanced Surgical Nursing ( tidak diselenggarakn pada tahun 2008)
h) Qualitative Data Management in Nursing (1)
2) Mata Kuliah Periode 2 ( Augustus – Desember)
a) Advanced physiological Nursing
b) Nursing Inquiry for Specialist Practice
c) Research: Proposal Writing (1)
d) Clinical Governance Project
e) Clinical Teaching in Nursing
f) Implementation of Clinical Teaching Strategies
g) Contemporary Issue in Acute Care Nursing (akan dibuka pada tahun 2009)
h) Nursing Management Across the Health Sector
i) Advanced Medical Nursing
j) Nursing Leadership
f. Output
Program magister kebidanan ini mempersiapkan lulusanya untuk menjadi bidan praktik yang mempunyai:
1) Fungsi sebagai bidan praktik yang berkompeten sebagai bidan fasilitator dalam kehamilan, persalinan, nifas tampa komplikasi.
2) Fungsi interdependen dalam berkooperatif dengan tenaga kesehatan lain dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan melaiputi pelayanan kehamilan, persalinan, nifas dengan komplikasi.
3) Funagsi sebagai pendidik dan konselor dalam keluarga dan keluarga berencana.
g. Syarat
Telah menempuh pendidikan bidan (program diploma kebidanan) dan menjadi bidan yang terregristrasi dalam lingkungan negara Australia. Pendaftar yang memenuhi syarat tersebut, maka pengalaman praktiknya tidak akan diperhitungkan. Pendaftaran untuk program ini dilakukan 2 kali dalam satu tahun.
h. Pembiayaan
Pembiayaan program ini bisa dipilih dari beasiswa Negara persemakmuran (dengan syarat tertentu) atau biaya sendiri.


4. MASSEY UNIVERSITY (NEW ZEALAND)
a. Gambaran Umum
Program Master kebidanan ini diperuntukkan kepada semua praktisi bidan/ bidan yang bekerja diklinik dan tertarik untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kebidanan. Proses pembelajaran yang diselenggarakan secara moduler dan fleksibel meliputi beberapa mata kuliah yang mendukung praktik kebidanan. Program master kebidanan ini diselenggarakan untuk mengembangkan kemampuan bidan terutam untuk bidang penelitian dan keterampilan klinik yang lebih baik, serta dibuka untuk tenaga professional lain yang bekerja dibidang ibu, bayi dan keluarga.
b. Tujuan Program Master Kebidanan:
1) Mengembangkan kemampuan bidan dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan klinik melalui metode pembelajaran tiori, praktik klinik dan tugas mandiri yang digabung dalam penelitian berdasarkan avidence based.
2) Menyediakan pendidikan bagi para bidan sebagai alternatif dari master of Art/Master of Philosophy, dengan kualifikasi yang sama dengan lulusan pascasarjana.
c. Lulusan
Lulusan dari program master kebidanan ini akan melanjutkan memberikan asuahan kebidanan dalam berbagai aspek sesuai kewenangannya dan mampu utnuk melakukan penelitian dibidang yang terkait. Mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan bagi bidan yang belaum melanjutkan pendidikannya serta membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan maternal.
d. Mata Kuliah
Master of Midwifery (M.Mid) merupakan program yang terintegrasi yang mempunyai mata kuliah yang mendukung pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kebidanan melalui gabungan dari pembelajaran teori, praktikklinik, dan proyek.
e. Mata Kuliah wajib (teori)
1) Midwifery Knowledge Philosophy
2) Avidence Based Midwifery Practice
3) Health Recearch design Methods Practicum
4) Recearch Report
Mata Kuliah Pilihan I (mahasiswa diwajibkan memilih satu mata kuliah ).
1) Breastfeeding
2) Maternal Mental Health
3) Special Topik or an approvide alternative
Mata Kuliah Pilihan II (mahasiswa diwajibkan memilih satu atau dua mata kuliah)
1) Ethical Dilemamas and Decision in Professional Practice
2) Personal and Community Health
3) Special topic II
4) Special topic III
5) Woment’s Helath
6) Contemporary Trends in Clinical Teaching and Learning
7) Pain Management
8) Health Systems Management.

5. GRIFFITH UNIVERSITY
a. Nama Program : Master of Midwifery
b. Gelar : M.Mid
c. Lokasi : Logan campus
d. Penyelenggaraa : School of Nursing and Midwifery
e. Lama Pendidikan : 1 tahun full time dan 2 tahun part time
f. SKS : 80 SKS
g. Row input
Program master kebidanan ini dipersiapkan bagi perawat yang terregristrasi dan bidan klinik yang professional. Program ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan bidan dalam memberikan asuhan kebidanan bagi klien dan keluarga.
h. Jenis Program yang dibuka
Program Code Program title Campus Semester Intake
1. 5230 Master of Midwifery Logan S1 / S2
2. 5244 Master of Midwifery with Honours Logan S1 / S2

Syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan gelar Master of Midwefery (M.Mid) mahasiswa harus:
1) Menyelesaikan 60 SKS
2) Ditambah 20 kredit Point untuk penelitian
3) Ditambah jam praktik klinik minimum 500 jam. kegiatan praktik klinik dapat dilaksanakan mahasiswa 2 -3 hari selama seminggu di semester I dan pada saat libur semester.
Sedangakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan gelar Master of Midwefery with Honours (MMid), mahasiswa harus:
1) Menyelesaikan 60 SKS bobot inti kebidanan.
2) Ditambah 20 SKS penelitian
3) Ditambah 40 SKS disertasi

i. Mata Kuliah
1) Master of Midwifery (80 SKS)
a) Full Time
Full Time Course List
Year Semester Cataloc Numbers Course SKS
1 I 7951NRS Pre and Postnatal Midwifery 20
1 I 7952NRS Promoting Normal Childbirth 20
1 II 7019NRS Quantitative Research 10
1 II 7018NRS Quantitative Research 10
1 II 7054NRS Complication of Childbearing 20

b) Part Time
Part Time Course List
Year Semester Cataloc Numbers Course SKS
1 I 7951NRS Pre and Postnatal Midwifery 20
1 I 7952NRS Promoting Normal Childbirth 20
1 II 7019NRS Quantitative Research 10
1 II 7018NRS Quantitative Research 10
1 II 7054NRS Complication of Childbearing 20



2) Midwifery with Honours (120 SKS)
a) Full Time
Selain menyelesaikan 80 SKS mahasiswa harus menelesaikan tambahan 40 SKS melalui:
Full Time Course List
Year Semester Cataloc Numbers Course SKS
3 I 7999NRS P1 Dissertation 1 10
3 I 7999NRS P2 Dissertation 2 10
3 I 7999NRS P3 Dissertation 3 10
3 I 799NRS P4 Dissertation 4 10

b) Part Time
Part Time Course List
Year Semester Cataloc Numbers Course SKS
3 I 7999NRS P1 Dissertation 1 10
3 I 7999NRS P2 Dissertation 2 10
3 II 7999NRS P3 Dissertation 3 10
3 II 799NRS P4 Dissertation 4 10


Simpulan
Dari 5 universitas yang menyelenggarakan program pendidikan magister yang ada di negara bagian Australia ditemui beberapa persamaan model program meliputi:
1. Program Pendidikan : Master of Midwifery
2. Gelar : M.Mid
3. Row Input
Bidan atau perawat yang telah lulus diploma kebidanan dengan kualifikasi sudah terregritrasi, bekerja secara kilinik dibidang kebidanan, yang disertai dengan sertifikasi kemampuan – kemampuan lain yang berhubungan dengan kebidanan.
4. Beban Studi : Rata – rata 40 – 120 SKS
5. Lama pendidikan : 1 – 3 tahun (2 samapai 5 semester)
6. Mata kuliah
Mata kuliah yang diajarkan meliputi pengetahuan dan keterampilan yang berbasis kompetensi kebidanan (kehamilan, persalinan, nifas, bayi / anak fisiologi maupun patologis) sesuai dengan issue yang berkembang dan berdasarkan evidence based, pengetahuan tentang hukum, epidimiology, keluarga berencana, psikologi, kemampuan managerial dan pengembangna kemampuan penelitian setingkat master.
7. Metode Pembelajaran
Lebih ditekankan pada pembelajaran SPICES:
 Student Centre
 Problem Based
 Integrited
 Community Based
 Elective
 Sistematic

8. Tujuan Program
Upaya pengembangan kemampuan bidan dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan klinik melalui metoda pembelajaran tiori dan praktik klinik serta tugas mandiri yang dipadukan dengan penelitian berdasarkan evidance based, dapat ikut serta dalam pengembangan pendidikan bagi bidan yang belum melanjutkan pendidikan serta membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.


Filosofi dalam Kebidanan

Setiap pengetahuan mempunyai 3 komponen yang merupakan tiang penyangga tubuh pengetahuan yang disusun. Komponen tersebut adalah : ontology, epistemology dan aksiologi.


Ontology merupakan asas dalam menetapkan ruang lingkup ujud yang menjadi objek penelaahan (objek ontology atau objek formal pengetahuan) dan penafsiran tentang hakekat realitas (metafisika) dari objek ontologis atau objek formal tersebut. Epistemology merupakan asas mengenai cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi suatu tubuh pengetahuan. Aksiologi merupakan asas dalam menggunakan pengetahuan yang diperoleh dan disusun dalam tubuh pengetahuan tersebut.

a. Pendekatan ontologism
Secara ontologism ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya berada pada daerah – daerah dalam jangkauan pengalaman manusia. Objek penelaahan yang berada dalam batas pra pengalaman (penciptaan manusia) dan pasca pengalaman (surge neraka) diserahkan ilmunya kepada pengetahuan lain. Ilmu hanya merupakan salah satu pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang mencoba menelaah kehidupan dalam batas – batas ontologism tertentu. Penerapan lingkup batas penelaahan keilmuan yang bersifat empiris ini secara konsisten dengan asas epistemologis keilmuan yang mensyaratkan adanya verifikasi dalam proses penemuan dan penyusunan pernyataan yang bersifat benar secara ilmiah.

Aspek kedua dari pendekatan ontologism adalah penafsiran hakekat realitas (metafisika) dari objek ontologism keilmuan. Penafsiran metafisik keilmuan harus didasarkan kepada karakteristik objek ontologism sebagaimana adanya (das sein) dengan deduksi – deduksi yang dapat diverifikasi secara fisik. Ini berarti bahwa secara metafisik ilmu terbebas dari nilai – nilai yang bersifat dogmatic. Suatu pernyataan dapat diterima sebagai premis dalam argumentasi ilmiah setelah melalui pengkajian/penelitian berdasarkan epistemologis keilmuan. Metafisika keilmuan berdasarkan sebagaimana adanya (das sein) menyebabkan ilmu menolak premis moral yang bersifat seharusnya (das solen).

Ilmu atau science adalah suatu studi atau pengetahuan yang sistematik untuk menerangkan suatu fenomena dengan acuan materi dan fisiknya melalui metoda ilmiah. Ilmu justru merupakan pengetahuan yang dapat dijadikan alat untuk mewujudkan tujuan – tujuan yang mencerminkan das solen dengan jalan mempelajari das sein agar dapat menjelaskan, meramalkan serta mengawasi gejala alam.

b. Pendekatan epistemologis
Landasan epistemologis ilmu tercermin secara operasional dalam metoda ilmiah. Pada dasarnya metoda ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh pengetahuannya berdasarkan :
1. Kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun
2. Menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut
3. Melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataan secara factual. Secara akronim metoda ilmiah terkenal sebagai logica – hypotetico – verifikatif atau deducto – hypotetico – verifikatif.
Kerangka pemikiran yang bersifat logis adalah argumentasi yang bersifat rasional dalam mengembangkan penjelasan terhadap fenomena alam. Verifikasi secara empiris berarti evaluasi secara objektif dari suatu pernyataan hipotesis terhadap kenyataan factual. Verifikasi ini menyatakan bahwa ilmu terbuka untuk kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis (mungkin fakta menolak pernyataan hipotesis). Kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru mempunyai sifat pragmatis yang prosesnya secara berulang (siklus) berdasarkan berfikir kritis.
Disamping sifat moral yang secara implicit terkait dengan proses logica – hypotetico – verifikatif tersebut terdapat asas moral yang secara eksplisit merupakan das sollen dalam epistemologis keilmuan. Asas tersebut menyatakan bahwa dalam proses kegiatan keilmuan, setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran yang dilakukan dengan penuh kejujuran, tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup yang berdasarkan kekuatan argumentasi secara individual.

c. Pendekatan Aksiologis
Aksiologis keilmuan menyakngkut nilai-nilai yang berkaitan dengan pengetahuan iliah baik secara internal, eksternal maupun social. Nilai internal berkaitan dengan wujud dan kegiatan ilmiah dalam memperoleh pengetahuan tanpa mengesampingkan fitrah manusia. Nilai eksternal menyangkut nilai – nilai yang berkaitan dengan penggunaan pengetahuan ilmiah. Nilai social menyangkut pandangan masyarakat yang menilai keberadaan pengetahuan dan profesi tertentu. Penerapan pengetahuan sangat tergantung kepada manusia yang meramalkannya. Oleh karean itu, kode etik profesi merupakan suatu persyaratan mutlak bagi keberadaan suatu profesi. Kode etik profesi ini pada hakekatnya bersumber dari nilai internal dan eksternal dari suatu disiplin keilmuan. Bangsa Indonesia berbahagia karena kebidanan sebagai suatu profesi dibidang kesehatan telah mempunyai kode etik yang mutlak diaplikasikan ke dalam praktik klinik kebidanan.

Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk keuntungan/berfaedah bagi manusia. Dalam hal ini ilmu dapat dimanfaatkan sebagi sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia, martabat manusia dan kelestarian/keseimbangan alam. Untuk kepentingan manusia tersebut maka pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun dipergunakan secara komunal dan universal. Komunal berarti bahwa ilmu merupakan milik bersama, dimana setiap orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. Universal berarti ilmu tidak mempunyai konotasi parochial seperti ras, ideology atau agama.

d. Tanggung jawab Ilmuwan : Profesional dan Moral
Pendekatan ontologism, aksiologis dan epistemiologis memberikan 18 azas moral yang terkait dengan kegiatan keilmuan. Keseluruhan azas moral ini pada hakekatnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : kelompok azas moral yang membentuk tanggungjawab professional dan kelompok tanggung jawab social. Tanggung jawab social professional ditujukan kepada masyarakat ilmuwan dalam mempertanggungjawabkan moral yang berkaitan dengan landasan epistemologis. Sedangkan tanggung jawab social yakni pertanggungjawaban ilmuwan terhadap masyarakat yang menyangkut azas moral mengenai pemilihan etis terhadap obyek penelaahan keilmuwan dan penggunaan pengetahuan ilmiah.

2. Dimensi Kefilsafatan Ilmu Kebidanan
Keberadaan disiplin keimuan kebidanan sama seperti keilmuan lainnya ditopang oleh berbagai disiplin keilmuan yang telah jauh berkembang, sehingga dalam perjalanannya mulai dipertanyakan identitas dirinya sebagai suatu disiplin keilmuan yang mandiri. Yang sering dipertanyakan pada pengetahuan kebidanan (Midwifery Knowledge) terutama terfokus pada tubuh pengetahuan kebidanan (Body of Knowledge) untuk eksistensi sebagai suatu disiplin keilmuan yang mandiri. Lebih lanjut sering dipertanyakan adalah cirri-ciri atau karakteristik yang membedakan pengetahuan kebidanan (Midwifery Knowledge) dengan ilmu yang lain. Berdasarkan komponen hakekat ilmu, maka setiap cabang pengetahuan dibedakan dari jenis pengetahuan lainnya berdasarkan apa yang diketahui (ontology), bagaimana pengetahuan tersebut diperoleh dan disusun (epistemologis) serta nilai mana yang terkait dengan pengetahuan tersebut(Aksiologis). Oleh karena itu pengetahuan ilmiah mempunyai landasan ontology, epistemology, dan aksiologi yang spesifik dan bersifat ilmiah. Artinya suatu pengetahuan ilmiah apabila dapat memenuhi persyaratan ontology, epsitemiologi dan aksiologi keilmuan.

Dimensi kefilsafatan keilmuan secara lebih rinci dapat dibagi menjadi tiga tingkatan karakteristik, yaitu :
a. bersifat universal artinya berlaku untuk seluruh disiplin yang bersifat keilmuan
b. bersifat generic artinya mencirikan segolongan tertentu dari pengetahuan ilmiah, contoh : ilmu –ilmu social
c. Berifat spesifik artinya memilki cirri-ciri yang khas dari sebuah disiplin ilmu yang membedakannya dengan disiplin keilmuan yang lain.

Secara khusus setiap disiplin keilmuan mempunyai objek forma dan objek material mengenai wujud yang menjadi focus penelaahannya. Obyek forma merupakan cara pandang terhadap sesuatu, sedangkan material merupakan substansi dari objek yang tertentu. Setiap disiplin keilmuan yang mandiri mempunyai obkek forma dan material yang berbeda dengan disiplin keilmuan yang lain. Dan inilah yang menjadi criteria untuk menilai keberadaan suatu disiplin keilmuan yang mandiri. Oleh karena itu obyek forma dan obyek material merupakan cirri yang spesifik dari suatu disiplin ilmu.

Pada hakekatnya pengetahuan ilmiah suatu disiplin keilmuan dapat dibedakan antara pikiran dasar yang melandasi suatu pemikiran dan tubuh pengetahuan teoritis yang dibangun di atas pemeikiran dasar tersebut. Pikiran dasar tersebut terdiri dari postulat, asumsi dan prinsip. Postulat merupakan anggapan tentang sesuatu obyek yang merefeleksikan sudut pandang tertentu. Anggapan ini tidak terkait kepada benar atau salah melainkan kepada setuju atau tidak setuju dengan postulat.

Setiap prinsip keilmuan mempunyai postulat yang khas yang berbeda dengan disiplin ilmu yang disebabkan cara pandang yang berbeda pula meskipun mungkin obyek yang menjadi telaahannya sama. Pikiran dasar kedua adalah asumsi yakni pernyataan dasar tentang realitas menjadi objek. Oleh karena kaitannya dengan realitas menjadi objek. Oleh karena kaitannya dengan empiric, maka pernyataan ini harus diuji kebenarannya. Suatu asumsi belum tentu benar atau cocok dengan suatu kondisi tertentu. Asumsi yang berbeda akan menghaasilkan tubuh pengetahuan yang berbeda pula dan pada akhirnya akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda.

Dengan postulat dan asumsi tersebut terbangunlah prinsip yang merupakan pernyataan dasar mengenai tindakan atau pilihan. Prinisp ekonomi umpamanya merupakan tindakan manusia untuk memperoleh untung yang sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya, merupkan dasar atau landasan bagi manusia sebagai elaku ekonomi. Postulat, asumsi dan prinsip merupakan pikiran dasar dari sebuah pengetahuan ilmiah. Pikiran dasar dalam ilmu kebidanan adalah memberdayakan semua potensi klien (wanita/ibu) untuk menghimpun kekuatan (power) dirinya sendiri dalam upaya melahirkan janin yang dikandung dalam tubuhnya. Socrates (427 – 374 SM), seorang Filsuf Yunani menyebutkan hal ini sebagai mateutika tekhne (ketrampilan kebidanan). Di atas pikiran dasar inilah dibangun tubuh pengetahuan teoritis yang secara ekstensif berupaya mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksikan dan mengontrol berbagai jenis gejala dari objek telaahan dari sebuah disiplin ilmu.

Dalam upaya pengembangan tubuh pengetahuan teorits ini sering kali sebuah disiplin keilmuan menjamin atau menerapkan unsure-unsur pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu yang ada. Hal lain adalah wajar dan biasa dilakukan, sebab sebuah disiplin ilmu yang mandiri dapat menentukan pengetahuan mana yang bersifat khas milik disiplin ilmunya dan pengetahuan mana yang pinjam datau diterapkan dari disiplin keilmuan lain.

Perangkat pikian dasar utama yang bersifat khas memberikan payung atau kerangka konseptual yang bersifat makro. Kerangka konseptual ini dikembangkan pula pada tingkat tubuh penegtahuan teoritis yang bersifat khas pula. Dalam mengisi kerangka konseptual yang bersifat makro inilah yang bisa dipinjam atau diterapkan unsure pengetahuan dari disiplin lain yang sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh ilmu kebidanan meminjam unsur pengetahuan bimbingan dan konseling psikologi dalam tindakan memimpin persalinan pada kliennya. Pinjam meminjam antar pengetahuan adalah biasa dan tidak menimbulkan kebingungan selama ilmuwan dapat mengidentifikasi kerangka konseptual makro yang merupakan paying dari penyusunan tubuh pengetahuan teoritis masing-masning.

3. Tubuh pengetahuan Kebidanan
Disiplin keilmuan kebidanan mempunyai karakteristik dan spesifikasi baik obyek forma maupun obyek materia. Obyek forma disiplin keilmuan kebidanan adalah cara pandang yang berfokus pada obyek penelaahan dalam batas dan ruang lingkup tertentu. Obyek forma dari disiplin keilmuan kebidanan adalah mempertahankan status kesehatan reproduksi termasuk kesejarhteraan wanita sejak lahir sampai masa tuanya (late menopause) termasuk berbagai implikasi dalam siklus kehidupannya.

Obyek materia disiplin keilmuan kebidanan adalah substansi dari obyek penelaahan dalam lingkup tertentu. Obyek material dalam disiplin keilmuan kebidanan adalah janin, bayi baru lahir, bayi dan anak dibawah lima tahun (Balita) dan wanita secara utuh / holistic dalam siklus kehidupannya (kanak – kanak, pra remaja, remaja, dewasa muda, dewasa, lansia dini dan lansia lanjut) yang berfokus kepada kesehatan reproduksi.

Berdasarkan pikiran dasar, obyek forma dan obyek material, disusunlah pengetahuan kebidanan (Body of Knowledge) yang dikelompokkan menjadi empat, yaitu :
a. Ilmu Dasar
1. Anatomi
2. Psikologi
3. Mikrobiologi dan Parasitologi
4. Patofisiologi
5. Fisika
6. Biokimia

b. Ilmu Sosial
1. Pancasila dan wawasan nusantara
2. Bahasa Indonesia
3. Bahasa Inggris
4. Sosiologi
5. Antropologi
6. Psikologi
7. Administrasi dan Kepemimpinan
8. Ilmu Komunikasi
9. Humaniora
10. Pendidikan (Prinsip Belajar dan Mengajar)

c. Ilmu Terapan
1. Kedokteran
2. Pharmakologi
3. Epidemiologi
4. Statistic
5. Teknik Kesehatan Dasar (TKD)/Keperawatan Dasar
6. Paradigma Sehat
7. Ilmu Gizi
8. Hukum Kesehatan
9. Kesehatan Masyarakat
10. Metode Riset

d. Ilmu Kebidanan
1. Dasar – dasar kebidanan (Perkembangan kebidanan, registrasi dan Organisasi Profesi dan Peran serta Fungsi Bidan)
2. Teori dan model Konseptual kebidanan
3. Siklus Kehidupan Wanita
4. Etika dan Etiket Kebidanan
5. Pengantar Kebidanan Profesional (Konsep Kebdianan, definisi dan lingkup kebidanan dan manajemen kebidanan)
6. Tingkat dan jenis pelayanan kebidanan
7. Legislasi Kebidanan
8. Praktik Klinik Kebidanan.



Sumber
50th IBI



Intip kebidanan di Ethiopia


Menelusuri profesi kebidanan di berbagai negara merupakan keunikan tersendiri, selain dapat membandingkan kondisi di negara kita, kita juga dapat melihat bagaiman gambaran status kesehatan ibu dan anak di negara lain

. Disini saya menuliskan catatan bidan yang berasal dari University of Nottingham yang sedang melakukan pelatihan di rumah sakit Jimma di Ethiopia tahun 2007.

Staf kebidanan dan dokter kandungan disini memiliki kesempatan melihat komplikasi kebidanan yang jarang terjadi di Inggris, termasuk robekan rahim, fistula, eklampsi berat dan prolapsus uteri komplit.
Mengunjungi rumah sakit Jimma memberikan pengalaman yang besar untuk mengenal Afrika secara langsung dan untuk membandingkan ini dengan gambaran dari media.

Secara statistik dapat dilihat perbandingan yang cukup mencolok:
Angka kematian ibu 850 per 100.000 kelahiran di Ethiopia, 11 per 100.000 di Inggris, dan 307 per 100.000 di Indonesia. Angka kematian Neonatal 51 per 1000 kelahiran, 4 per 1000 kelahiran di Inggris. Usia harapan hidup saaat kelahiran, 49 laki-laki dan 51 perempuan. Kematian dari penyebab yang berhubungan dengan kehamilan 1 dalam 14 wanita. Jumlah bidan adalah 0,01 per 1000 atau 1 bidan per 100.000 orang.(2003). Persentase kelahiran yang dibantu oleh tenaga terampil dari tahun 1996-2004 sekitar 6%; Penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan 44%. Orang yang hidup dengan HIV usia 15-49 tahun kira-kira 44% dari seluruh populasi. 5000 orang dewasa muda terinfeksi HIV setiap minggunya.

Kalau kita melihat data-data diatas ternyata status kesehatan di Ethiopia sangat jelek sekali. Mudah-mudahan kebidanan di Indonesia menjadi lebih baik lagi.


Liburan di Bandung (Tangkuban Perahu)


Kali ini kita ke Tangkuban Perahu, pingin lihat beneran atau cuma bohongan perahu yang terbalik itu. Sampai hari ini saya udah tiga kali ke Tangkuban Perahu, perjalanan pertama berangkat berdua with my hubby naik motor. Perjalanan selanjutnya kita jadi guide buat sepupu dan temen2 dari daerah


Gunung Tangkuban Perahu terletak sekitar 30 km di utara Kota Bandung. Selama ini gunung ini menjadi salah satu daerah tujuan tempat wisata yang cukup menarik di Jawa Barat. Lingkungan alamnya yang sejuk, dan sumber mata air panas di kaki-kaki gunungnya. Deretan kawah yang memanjang, menjadi daya tarik tersendiri.

Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat Parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Supaya nggak lupa kita simak dulu ceritanya:

Diceritakan bahwa Raja Sungging Perbangkara pergi berburu. Di tengah hutan Sang Raja membuang air seni yang tertampung dalam daun caring (keladi hutan). Seekor babi hutan betina bernama Wayungyang yang tengah bertapa ingin menjadi manusia meminum air seni tadi. Wayungyang hamil dan melahirkan seorang bayi cantik. Bayi cantik itu dibawa ke keraton oleh ayahnya dan diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati.

Dayang Sumbi sangat cantik dan cerdas, banyak para raja yang meminangnya, tetapi seorang pun tidak ada yang diterima. Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Galau hati Dayang Sumbi melihat kekacauan yang bersumber dari dirinya. Atas permitaannya sendiri Dayang Sumbi mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang. Ketika sedang asyik bertenun, toropong (torak) yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah. Dayang Sumbi karena merasa malas, terlontar ucapan tanpa dipikir dulu, dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki, akan dijadikan suaminya. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi.

Dayang Sumbi pun menikahi Si Tumang dan dikaruniai bayi laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring selalu ditemani bermain oleh Si Tumang yang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, gagah perkasa dan sakti.

Pada suatu hari Sangkuriang berburu di dalam hutan disuruhnya Si Tumang untuk mengejar babi betina yang bernama Wayungyang. Karena si Tumang tidak menurut, Sangkuriang marah dan membunuh Si Tumang. Daging Si Tumang oleh Sangkuriang diberikan kepada Dayang Sumbi, lalu dimasak dan dimakannya. Setelah Dayang Sumbi mengetahui bahwa yang dimakannya adalah Si Tumang, kemarahannya pun memuncak serta merta kepala Sangkuriang dipukul dengan senduk yang terbuat dari tempurung kelapa sehingga luka dan diusirlah Sangkuriang.

Sangkuriang pergi mengembara mengelilingi dunia. Setelah sekian lama berjalan ke arah timur akhirnya sampailah di arah barat lagi dan tanpa sadar telah tiba kembali di tempat Dayang Sumbi, tempat ibunya berada. Sangkuriang tidak mengenal bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi – ibunya, begitu juga sebaliknya. Terjalinlah kisah kasih di antara kedua insan itu. Tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah puteranya, dengan tanda luka di kepalanya.
Dayang Sumbi pun berusaha menjelaskan kesalahpahaman hubungan mereka. Walau demikian, Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. Sangkuriang menyanggupinya.

Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur, tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung ukit Tanggul. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan mejadi Gunung Burangrang. Dengan bantuan para guriang, bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Tetapi Dayang Sumbi bermohon kepada Sang Hyang Tunggal agar maksud Sangkuriang tidak terwujud. Dayang Sumbi menebarkan irisan boeh rarang (kain putih hasil tenunannya), ketika itu pula fajar pun merekah di ufuk timur. Sangkuriang menjadi gusar, dipuncak kemarahannya, bendungan yang berada di Sanghyang Tikoro dijebolnya, sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang mendadak menghilang di Gunung Putri dan berubah menjadi setangkai unga jaksi. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung berung akhirnya menghilang ke alam gaib (ngahiyang).
Tapi setelah sampai disana jangan mikir bakal lihat perahu ya...atau malah bilang “lho kok Cuma kayak gini....” yang penting legendanya udah tau. Sebelum masuk ke Tangkuban Perahu, harga tiketnya 12.ooo rupiah/per orang. Tapi jangan lama2 disana..karena bau belerangnya nyengat banget. Selamat berkunjung...c u.

Liburan di Bandung (Kawah Putih)


Liburan lagi, kali ini di Bandung...sebenernya sih nggak liburan. Karena kebetulan saya sedang kuliah di Bandung jadi dimanfaatin semaksimal mungkin. Tempat yang eksotik nan magis yang mau dikunjungi adalah Kawah Putih yang ada di kecamatan Ciwidey yang berada di selatan Kabupaten Bandung. Tempat ini juga sering dipakai sebagai tempat photo pra wedding, trus video klip, film dan memang hasilnya bagus banget.


Kata temen saya si Ari Saksono dari mbah google, sejarahnya Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat, saat berarti surut dalam Bahasa Sunda, yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada sekitar abad X dan XII silam. Kawah Putih ini terletak sekitar 46 km dari Kota Bandung atau 35 km dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang, menuju Ciwidey.
Asal mula Kawah Putih
Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua atau ”Patua”. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh. Pada zaman dahulu kala masyarakat setempat menganggap kawasan Gunung Patuha dan Kawah Putih ini sebagai daerah yang angker, tidak seorang pun yang berani datang atau menuju ke sana. Konon karena angkernya, burung pun yang terbang melintas di atas kawah akan mati. Wuihhh...serem ya..
Misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap pada tahun 1837 oleh seorang peneliti botanis Belanda kelahiran Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) yang melakukan penelitian di kawasan ini. Sebagai seorang ilmuwan, Junghuhn tidak mempercayai begitu saja cerita masyarakat setempat. Saat ia melakukan perjalanan penelitiannya menembus hutan belantara Gunung Patuha, akhirnya ia menemukan sebuah danau kawah yang indah. Sebagaimana halnya sebuah kawah gunung, dari dalam danau keluar semburan aliran lava belerang beserta gas dan baunya yang menusuk hidung. Dari hal tersebut terungkap bahwa kandungan belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang melintas di atas permukaan danau Kawah Putih.
Karena kandungan belerang di danau kawah tersebut sangat tinggi, pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining ‘Kawah Putih’. Kemudian pada zaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey yang langsung berada di bawah penguasaan militer Jepang.
Di sekitar kawasan Kawah Putih terdapat beberapa makam leluhur, antara lain makam Eyang Jaga Satru, Eyang Rongga Sadena, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom, dan Eyang Jambrong. Salah satu puncak Gunung Patuha yakni Puncak Kapuk, konon merupakan tempat pertemuan para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Konon, di tempat ini terkadang secara gaib terlihat sekumpulan domba berbulu putih yang oleh masyarakat disebut domba lukutan.
Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Air di danau kawahnya dapat berubah warna, kadangkala berwarna hijau apel kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu. Paling sering terlihat airnya berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih, oleh karena itu kawah tersebut dinamakan Kawah Putih.
Caranya ke Kawah Putih
Sejak tahun 1987 PT. Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten mengembangkan kawasan Kawah Putih ini menjadi sebuah objek wisata. Untuk tiket masuk areal objek wisata Kawah Putih, setiap orang dikenakan (Rp. 12.000,00, >updated 24/10/09) sudah termasuk premi asuransi. Objek wisata Kawah Putih dibuka mulai pukul 07.00 dan tutup pada pukul 17.00, setiap hari Senin sampai dengan Minggu. Fasilitas bagi pengunjung di sekitar Kawah Putih sudah lumayan dengan adanya areal parkir, transportasi transit menuju kawah, pusat informasi, mushala, dan warung-warung makanan.
Untuk menuju ke sana, pengunjung dari Jakarta dapat melewati tol Cipularang terus menuju pintu keluar tol Kopo menuju Soreang ke arah selatan ke kota Ciwidey. Sekitar 20 – 30 menit dari kota Ciwidey terlihat tanda masuk menuju gerbang masuk objek wisata Kawah Putih yang ada di sebelah kiri jalan. Untuk menuju Kawah Putih dari gerbang masuk kawasan objek wisata Kawah Putih disarankan menggunakan kendaraan, jangan berjalan kaki karena jalan yang agak menanjak dan cukup jauh, yaitu sekitar 5,6 km atau sekitar 10 – 15 menit dengan kendaraan. Kendaraan pribadi dapat langung menuju tempat parkir luas yang tersedia tidak jauh dari kawah. Sementara pengunjung dengan rombongan besar yang menggunakan bis, atau transportasi umum dapat menggunakan kendaraan khusus yang ada di areal parkir dekat gerbang masuk untuk mencapai kawah dari pintu masuk. Kondisi jalan yang kecil dan menanjak tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan jenis bis besar maupun sedang.
Transportasi umum menuju Ciwidey dari Bandung dapat ditemui di Terminal Kebun Kalapa maupun Leuwi Panjang. Setelah sampai di Kota Ciwidey maka perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan tujuan Situ Patengan. Angkutan pedesaan yang menuju Situ Patengan ini melintasi objek-objek wisata yang ada di kawasan Ciwidey yaitu Perkebunan Strawberry, Kawah Putih, Ranca Upas, & kolam renang air panas Cimanggu. Untuk dapat menjelajahi dan menikmati keindahan alam kawasan Ciwidey dan sekitarnya rasanya tidak cukup hanya satu hari.
Tapi paling enak kalau naik motor, hanya saja kalau pas cuacanya panas, ampun DJ deh....bisa hitam nih kulit. Saya sudah 2 kali ke sana. Pertama kali naik motor, karena Cuma itu fasilitas yang ada, sekitar 2 jam perjalanan. Selanjutnya kita jadi guide buat sepupu2 yang datang dari Medan....lumayan. Maklum anak sekolah, pakai prinsip ekonomi alias politik cina...tapi mereka puas kok dengan suasana alamnya.
Tapi memang tempatnya asyik banget, bagi kamu yang main ke bandung..coba singgah deh ke kawah putih ciwidey ini, dijamin nggak bakal kecewa...see uuu...

Ternyata Bidan Lelaki Itu Ada...


Kalau mendengar kata Bidan, pasti yang tersurat di dalam benak kita adalah perempuan dan tugasnya membantu ibu-ibu melahirkan. Tetapi kalau mendengar bidan berjenis kelamin lelaki, pasti kedengarannya agak tidak lazim

Padahal dokter spesialis kebidanan malah kebanyakan para pria macho. Kalau di Indonesia belum ada bidan lelaki dan peraturan pemerintah apalagi IBI (Ikatan Bidan Indonesia) tidak membenarkan bidan berjenis kelamin pria. Tapi di luar negri, apalagi negara maju, bidan lelaki bukanlah hal yang aneh.

Kalau kita melihat alkisahnya dahulu kala di United kingdom atau kita kenal dengan Inggris Raya. Kebidanan secara tradisional masih dianggap sebagai perawatan kehamilan yang lazim dilakukan oleh perempuan kepada perempuan pula. Di mulai dari abad ke-16 para lelaki mulai tertarik sekaligus terlibat dalam perawatan wanita hamil. Pada masa ini istilah “Bidan Lelaki” mulai digunakan.

Tindakan medis yang terjadi pada tahun di abad tersebut menjadi pelopor bergabungnya bidan lelaki menjadi spesialis kebidanan. UU Bidan pertama tahun 1902 memberikan pengakuan hukum kepada bidan perempuan. Undang-undang tersebut juga melarang wanita yang tidak mempunyai kualitas untuk melakukan praktek, tetapi bidan lelaki yang tidak memenuhi kualitas pelayanan masih bisa beroperasi. Celah ini di tutup pada tahun 1926. Undang-undang kebidanan tahun 1952 melarang bidan lelaki untuk mengikuti pelatihan dan berpraktek sebagai bidan. Tetapi pada akhir 1960-an dan awal 1970-an sejumlah kecil perawat laki-laki mulai menentang gagasan bahwa laki-laki tidak diperkenankan menjadi bidan.

Selanjutnya pada tahun 1975 mulai diperkenalkan rancangan undang-undang yang tujuannya menghapus diskriminasi sex dalam suatu pekerjaan. Akhirnya tahun tersebut merupakan tahun terakhir yang menjadi penghambat jenis kelamin tertentu memasuki sekolah kebidanan. Kemudian didirikanlah dua sekolah kebidanan yang dialokasikan untuk pelatihan bidan lelaki, yang akan terus di pantau untuk memastikan kesesuaian laki-laki sebagai bidan.
Pada tahun 1977 laki-laki pertama masuk pelatihan kebidanan. Pada tahun 1979 “percobaan” itu dianggap sukses, dan ternyata “bidan lelaki pada umumnya dapat diterima oleh ibu, suami, para bidan umumnya dan staf medis lainnya”. Pada tahun 1982 Royal College of Midwives merekomendasikan bahwa bidan harus dibuka untuk laki-laki. Pada 16 Maret 1983 Menteri Luar Negeri mengumumkan bahwa hambatan yang terdapat dalam Undang-Undang Diskriminasi Seks (1975) yang berkaitan dengan bidan laki-laki itu harus dihapus.
Pria yang sekarang bebas untuk melatih dan juga berpraktek sebagai bidan. Pada tahun 1995 terdapat 98.337 bidan terdaftar di UKCC, 135 adalah laki-laki dan 98.202 adalah perempuan.
Pada tahun 1995 terdapat 35.310 bidan berlatih di Inggris, 87 ini adalah laki-laki dan 35.223 adalah perempuan; UKCC, 1995.: website.lineone.net.