memulai hari dengan senyum
dan semangat....
semangat dan semangat

Minggu, 14 November 2010

we are the champion..


Di suatu t4 mataku tidak mau berhenti mengurai air mata yang jatuh tanpa bisa tertahan. Hanya melihat gambaran hidup seseorang yang tertuang dalam video dan diiringi lagu “we are the champion by Quenn...” Lagu yang sangat menginspirasi dan memberi semangat dalam haru biru meraih impian...like it so much..!!!!

we are the champion..

I've paid my dues
Time after time
I've done my sentence
But committed no crime
And bad mistakes
I've made a few
I've had my share of sand kicked in my face
But I've come through

We are the champions, my friends
And we'll keep on fighting - till the end

We are the champions
We are the champions
No time for losers
Cause we are the champions - of the world

I've taken my bows
And my curtain calls
You brought me fame and fortune and everything that goes with it
I thank you all

But it's been no bed of roses
No pleasure cruise -
I consider it a challenge before the whole human race
And I aint gonna lose -

We are the champions - my friends
And we'll keep on fighting - till the end
We are the champions
We are the champions
No time for losers
Cause we are the champions - of the world



Jumat, 03 September 2010

Kesenangan Baru..


Lagi seneng banget nonton Drama Korea..
like Gong Yoo, Lee Min Hoo cakep banget,
Setelah ini bakal berburu film-film Korea yang lain nih..dan berharap bisa goes to Korea n Japan @ 2013
Aminn,.......


Rabu, 02 Juni 2010

Akhirnya Selesai Kuliah Juga...

Akhirnya ku dapat menyelesaikan juga Magister Kebidanan..

Teringat pertama kali mendaftar aku menjadi pendaftar pertama..dengan nomor pendaftaran 001. Konsekwensinya, nomor urut nama juga no.1 di proses perkuliahan matrikulasi. Kebayang dong, kalau setiap dosen masuk kelas..aku harus siap-siap..paling tidak membaca pendahuluan, karena kalau si prof sudah pegang absen..ohohoo...pastilah nama ku yang disebut...(shocking day yang membuatku rajin membaca....hee)

Awal mengikuti perkuliahan, praktis aku menjadi pendiam. Bingung dan kagum melihat perkembangan ilmu serta rekan-rekan se profesi yang aktif, ditambah lagi bahasa daerahku yang selalu mengundang tawa. Tapi untungnya tidak berlangsung lama. Karena akhirnya aku bisa menjadi pembuka sidang proposal pertama bagi teman-teman yang lain, sampai akhirnya aku juga menjadi pembuka sidang tesis pertama bagi angkatanku....at last aku bisa selesai 3 semester..

Puncaknya, namaku juga disebut yang pertama kali di prosesi wisuda magister kebidanan...

Ehmmm..........
Semua hasil dimulai dengan kerja keras dan optimistis tingkat tinggi.....semoga proses panjang yang menguras energi ini dapat bermanfaat bagi kehidupanku, agamaku, masyarakat, bangsa dan negara..

Jumat, 07 Mei 2010

Karokean bareng harahap dan pakpahan..

Senangnya mendapat undangan Karaokean apalagi berjudul gratisss...i love it so much..:)
Untungnya yang mengajak adalah teman yang sedang dilanda asmara, udah gitu grup yang ikutan juga batak communiti....(harahap, pakpahan dan yang paling manis kaban). Karena judulnya dibayarin, saya pasrah saja sewaktu sang komando mengarahkan taksi ke plaza dago. Ternyata oh ternyata Nav juga juaranya....

Lastry yang sudah lama menjadi penggemar klub karokean keluarga (without esek-esek yah...), memastikan ada diskon untuk hari senin sampai kamis dari jam 8 pagi sampai jam 7 sore. Meski sedikit dibumbui perdebatan kecil dalam menentukan harga. Ehm...akhirnya kita masuk di ruang midle lantai 2 juga. Sempat-sempatnya saya hitung-hitungan penghasilan kotor usaha ini, sssttt ......kami saja dapat ruangan nomor 31, coba dikalikan 40 ribu saja per ruangan jadi penghasilan mereka 31 ruangan x 40rb x 10 jam perhari (di rata-ratakan saja..), coba berapa penghasilannya....??? Males banget ngitungnya kan...

Baru masuk si harahap langsung mengambil salah satu mikropon....dan menjadi penguasa tetapnya. Tapi berhubung beliau yang bayarin, kita mah rela-rela saja...xiiiii...Seakan penyanyi kawakan jebolan indonesian idol si harahap dan richand pakpahan mengeluarkan seluruh kemampuannya menyanyi....(apa nggak tau penyanyi sebenarnya tuh saya......xixiii). Untungnya ada es lemon tea dan jus pokat, jadi acara menyanyi tidak terganggu. Belum lagi insiden matiin lampu......

Thanks for anggie harahap atas traktirannya dan jangan lupa traktiran berikutnya yach...

Minggu, 24 Januari 2010

Nonton film Avatar 3D

Nonton film Avatar 3D menjadi pengalaman tersendiri yang unik. Nonton bareng temen, sekali-kali memanjakan diri alias love your self boleh dong!!..,Sebenernya untuk nonton 3D versi taman pintar nya jogia udah pernah. Tapi Cuma film pendek dengan durasi 10 menitan. Katanya seru banget nonton film penuh dengan versi 3D, itu juga baca status temen-temen di akun facebook yang udah nonton duluan.

Surfing di internet, dimana kira-kira bioskop di bandung yang nyediain film 3D, ketemu di 21 cineplek ciwalk lantai II, harganya juga hemat banget...senin sampai kamis 25rb, hari libur n weekend jadi 50rb. Maklum kantong mahasiswa..

Kadang-kadang saya jadi terpesona dengan diri sendiri, hee..boleh donk sedikit narsis, soalnya banyak yang ketemu saya langsung friendly dan belagak akrab gitu, bahkan banyak yang bilang secara tersirat dan tersurat, kalau saya kocak n funny...memangnya saya pelawak????..barangkali ini memang kharisma dan anugerah yang sudah diberikan Tuhan kali ya...:)

Sewaktu kita lagi antri buat nonton film, ada seorang anak umur 7 tahunan yang asyik mencuri pandang pada saya, tadinya saya sempat kesel ya...karena aksi curi-curi itu berubah secara drastis menjadi terang-terangan,seakan-akan she wanna say something to me...tapi dilarang terus oleh kakaknya. Bahkan aksinya menjadi anarkis dengan mencolek-colek baju saya. Dengan senyum yang agak dipaksa saya menepis tangan si bocah, tapi pada saat saya meneliti lebih dalam...ada yang sangat khas dari bocah ini...ya, pasti dan tidak mungkin keliru!!! Dia mempunyai ciri-ciri anak dengan syndrom down yang mengakibatkan keterbelakangan mental. Belum sempat tersadar, si bocah udah ditarik menjauh dari kami...tapi masih sempat saya melihat dia melirik sampil melambaikan tangan, tentu dengan tulus ikhlas saya balas lambaiannya....masih bersyukur kita yang diberikan kesempurnaan tanpa cacat, meski kadang-kadang mental kita tanpa disadari sering cacat.

Sudah dapat tiket, langsung kami cari tempat duduk dengan nomor yang sesuai, tapi karena pembuka film sudah 5 menit berlangsung. Ketemu dua kursi yang kosong, kami langsung duduk. Tapi sebelum kita mulai konsentrasi dengan tayangan di hadapan yang seakan-akan hidup, ruangan sudah diributkan dengan pecahnya tangisan seorang anak perempuan, kali aja dia kaget dan takut ya...karena animasi yang dihasilkan oleh film 3D seperti terjadi di depan, samping bahkan layaknya nyata dan kita ada di dalamnya. Tangisnya makin keras, senyum maklum berubah seketika menjadi panik, karena Avatar sudah mulai diputar. Untungnya si anak langsung dibawa keluar menyusuri lorong yang kebetulan ada di barisan saya...tapi anehnya, kok si anak tiba-tiba berhenti menangis dan langsung tertawa manakala matanya melihat saya, dia melambaikan tangan dan menjerit memanggil. Oh God, rupanya si anak yang tadi saya temui...di pemesanan tiket. Meski tidak ada yang bisa saya lakukan untuknya, paling tidak membuat orang lain bahagia juga merupakan tindakan terpuji, kan?? Meski kita tidak tau apa yang membuatnya bahagia.

Mulai coba berkonsentrasi lagi, karena film 3D tidak dilengkapi teks, dengan kemampuan bahasa inggris yang cukuplah..saya coba buat paling tidak faham saja maksud ceritanya. Tapi 2 orang pria datang mendekati saya, kebetulan posisi saya paling ujung.
“maaf teh, boleh lihat tiketnya?” tanya cowok yang agak jangkung.
“untuk apa?”
“Maaf sekali lagi, tempat duduk ini sepertinya sesuai dengan tiket yang kami pegang...”
“Oya??” jawab saya datar
“Iya, dan teteh kursinya dibelakang saya!”
“ok...” lagi-lagi jawaban saya tanpa dosa, yah...pindah kursi apa susahnya ya, heee...
Tapi memang bener seru banget acara nonton hari ini. Nggak kecewa deh, buat jadi hiburan. Kekurangannya, hidung saya kan agak minimalis gitu, jadinya kacamata 3Dnya melorot terus ke bawah, ditambah lagi filmya nggak ada teksnya.....Jadi gak bisa nangkep maksud keseluruhan filmnya..tapi pastinya seru deh dan jadi pengalaman unik yang asyik buat diinget-inget.



Minggu, 20 Desember 2009

Apa sih professional image???

Aduhhh...profesisonal image!!!! Yang gimana sichhh...
Profesional itu sering kita lekatkan pada sesuatu yang ahli dan melebihi standar. Jadi simpelnya nih, kalau kita berbuat sesuatu dengan standar lebih tinggi maka kita bisa mengarah ke perilaku yang lebih profesional. Siapapun bisa punya perilaku profesional. Mahasiswa yang rajin belajar, dan akhirnya bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu merupakan perilaku profesional dari seorang mahasiswa.

Kadang-kadang kita menganggap remeh hal-hal yang kecil, padahal yang membuat kita terjatuh biasanya adalah hal-hal kecil itu. Coba deh inget-inget lagi, kalau jalan kaki dan tersandung batu trus jatuh, biasanya batu besar atau batu kecil???...Nah dari situ kita belajar buat menghormati diri dan mencintai diri kita dari hal-hal yang kecil dulu. Dari hal yang kecil kita sudah profesional, tunggu aja saatnya kita juga akan profesional di bidang yang lebih besar. Tentunya yang menentukan adalah seberapa keras usaha kita buat merubahnya...

Misalnya nih, masih inget nggak..satu hari berapa kali jadwalnya mandi. 2 kali masih normal, kalau cuma sekali kebangetan...pantas aja badan kamu jadi sarang kuman dan akhirnya timbul gatal-gatal, itu artinya we aren’t love our self. Trus sikat gigi berapa kali sehari, sebaiknya sih minimal 3 kali, selain menjaga kualitas gigi..nafas kamu juga terjaga keharumannya..kecuali kamu makan patay n jengki everyday...mau di gosok pake abu gosok juga nafas masih bau. Penting banget kualitas gigi di perhatiin, kalau kamu jadi pembicara...trus disela-sela gigi kamu ada cabai tumisan yang baru dimakan, wah.....kebayang dong... performance kamu yang ok pun jadi ketutup karena accident cabay nempel di gigi. Jadi gak profesional kelihatannya....Badan, baju, rambut, plus assesoris juga harus di jaga kebersihannya. Supaya terhindar dari bau yang tidak diinginkan.

Posture tubuh kamu yang sudah ok jangan di buat jelek dengan cara berdiri kamu yang tidak baik, misalnya punggung bungkuk atau perut dan bagian tubuh bawah perut kamu yang lebih kamu tonjolin ke depan. Berdiri tegak lebih baik..Duduk juga jangan dibiasain selonjor di kursi (terutama kalau lagi ada kuliah, rapat atau situasi yang melibatkan orang banyak) kecuali judulnya memang lagi istirahat. Cara berjalan juga penting kamu perhatikan. Repot ya...tapi itu semua penting, bukan karena kita pengen tampak profesional tapi karena kita cinta dengan diri kita dan pastinya baik untuk kesehatan kita.

Fisik yang baik tanpa mental yang baik sepertinya tidak seimbang. Mental yang baik menunjang fisik yang baik pula. Hati yang jelek pasti tercermin dari perilaku dan sikap yang jelek pula. Jadi hati yang baik dengan berpositive thingking, feeling good, excited, baik hati, bahagia, simpati, empati, bersemangat merupakan energy yang harus kita pupuk dan kita tanamkan di diri kita masing-masing. Pernah lihat gak temen kamu yang sifatnya jelek banget, suka menjelek-jelekkan orang lain...senengnya buat orang lain susah (sms= senang melihat orang susah), tidak bisa melihat orang lain lebih baik....tuh, ciri-ciri yang nyata tidak profesional. Ntar kalau lama-lama bersemayam dalam diri kita maka sifat itu akan menjadi ular berbisa yang akan memakan organ tubuh kita...akhirnya datang penyakit yang aneh-aneh.....

Pengalaman ini juga saya dapat berkat pelatihan profesional image...mudah-mudahan kita mulai merenung.........

Kamis, 17 Desember 2009

Belajar ilmu penyiar...



Pengalaman baru dalam hidupku..
Selesai kuliah tinggal nunggu sidang tesis, bingung mau ngapain. Cari kesibukan yang positif dan sesuai dengan bakat pastinya makin asyik. Akhirnya nemu deh tempat ngumpul sekalian belajar asyik buat jadi penyiar di radio. Keterampilan ini juga penting banget sekaligus sejalan dengan profesi saya nantinya, jualan cuap-cuap, hee...

Tapi keterampilan ngomong lancar,percaya diri dan pastinya menarik bukanlah perkara gampang. Contohnya nih, kalau kita ngumpul bareng 10 orang nih, trus kita sebagai pembicaranya, dari awal sampai akhir pembicaraan coba lihat ada gak yang ngantuk, males2an atau bahkan sampai diakhir cerita yang tinggal Cuma 1 orang doang, itu juga karena bukunya yang kita pinjam belum dibalikin...hee. Sedih ya...Tapi ini terlepas dari topik pembicaraannya ya. Kalau yang dibicarakan tentang nilai kuliah, pastinya kita setia tongkrongin sampai akhir cerita. Malah agak ditambah2in dikit supaya lebih seru, itu pun kalau nilai yang didapat memuaskan. Kalau nilai jelek, mending ngilang aja deh....di telan bumi.

Setelah searching n browsing, ada DJ arie scholl yang riwayatnya udah lama banget di dunia sekolah penyiar se bandung. Malah datanya lengkap beserta data alumninya yang udah pada kerja di radio2 beken se-bandung n jakarta, palembang, bengkulu tapi yang paling seru di medan gak ada tuhh..atau saya yang gak tau kali ya..

Sebenernya saya bukan mau jadi penyiar, tapi mencuri ilmu dari penyiar boleh donk. Siapa yang gak kenal coba dengan MC plus presenter Indi barends, Farhan, cici panda, fitri tropika,shaqhaz haq, de el el. Mereka merupakan Presenter papan atas yang sudah teruji kualitasnya. Nah, yang paling penting mereka basic awalnya dari penyiar radio. Bukan juga saya mau jadi presenter di televisi, yah...yang lokal2 aja lah dulu. MC acara 17an di kampung, trus lanjut di acara perwiritan ibu2 se- RT, meningkat di acara kawinan, hee...

Jangan sepele dengan profesi MC lho...(terlepas dari MC dan presenter di televisi ya..)kata bos dj arie school nih, ada siswa yang tampangnya ampun DJ deh buruknya (untung gak pake nama ya...kalo gak, kena deh pasal pencemaran nama baik) tapi mc dimana-mana, gajinya aja per-bulan 6 jt. Duh, cape dehhhh.........kalo ingat kuliah s2 udah ngabisin puluhan juta, gajinya juga belum tentu segitu (mending gak usah kuliah aja kali yeee..). Tapi kuliah penting lhoooo. Bukan Cuma ilmu pengetahuan yang didapat, tapi juga ilmu kehidupan. Menjadi lebih sabar dan lebih bijak juga hasil dari perkuliahan.

Sebagai dosen nantinya, komunikasi penting banget.. aspek komunikasi yang paling penting itu kredibilitas komunikator, daya tarik komunikator, daya tarik pesan verbal dan pesan nonverbal (sesuai judul tesis nih...), nah, kalau ibu dos tidak menguasai ke empat aspek tersebut, jamin deh...mahasiswa pada ngantuk. Pantes juga dulu mahasiswa saya bolak-balik ke luar kelas, alasannya ke toilet lah, ke sana lah...bisa jadi karena informasi yang kita berikan tidak menarik, atau karena saya membawakannya tidak menarik.

Apapun yang dipelajari asalkan kita serius dan semangat pasti bisa meski tidak berbakat awalnya. Belajar bukan Cuma di kuliah doank kan...belajar apapun asal memberikan manfaat paling tidak buat diri sendiri pastinya baik.....

Catatanku

Sebuah pengalaman penting yang bisa disimak dalam perjalanan hidupku dan pastinya mengubah cara pandang dalam melakoni hidup di masa depan..
Menjadi dosen mungkin merupakan dambaan sebagian orang yang lahir dari dalam hati murni. Tapi ada sebagian orang yang terjebak dalam profesi dosen karena keadaan dan keharusan. Pastinya latar belakang tersebut mewarnai perjalanan profesinya kelak.

Sekarang kita beralih ke karakter dosen2 kita atau mungkin karakter kita sebagai dosen. Ada yang bangga di sebut Killer, yang kalau men”dehem” saja sudah bisa menggetarkan ruangan kelas. Mahasiswa terpaksa menunduk2, pura-pura hormat tentunya. Atau bahkan pura-pura baca buku atau malah sembunyi di balik gorden bila melihat si “dos dari jarak 100 meter”. Bagi dosen yang punya kredibilitas (dalam hal ini kredibel= Ahli+dapat dipercaya) tinggi, pastinya mahasiswa meskipun takut terselip rasa hormat dan kagum. Tapi banyak dosen yang cuma memakai tameng “Killer” untuk menutupi ketidakmampuannya. Tampang “Killer” yang tidak jelas itu akan menghambat mahasiswa untuk bertanya, merespons bahkan menanggapi secara terbuka mengenai kuliah yang disampaikan dosen, karena alasan Takut!!!!. Takut ditanya kembali, takut ini, takut itu...dan Dosen terselamatkan, terutama dari ketidaktahuaanya. Hal ini pasti membekas pada mahasiswa, kesan negatif tentunya.

Kesan yang baik pasti akan selalu diingat dalam hati setiap manusia. Mahasiswa punya hak untuk dihormati, dihargai dan dibesarkan dalam semangat dan kasih sayang. Dosen merupakan profesi yang digugu dan ditiru, seperti selebritis lokal, dalam setiap gerak dan langkahnya bahkan baju, kebiasaannya juga menjadi ajang per”gossip”an mahasiswa. Dosen sebagai pendidik yang tugasnya mendidik dan mengajar bukan hanya mentransfer ilmu tapi mentransfer pula sikap dan perilaku terpuji yang dapat diadopsi oleh mahasiswa.


Senin, 07 Desember 2009

Sebuah renungan.........

Pengalaman Pelatihan kemarin masih membekas pada saya,
Kita sering tergantung pada orang lain, bahkan membiarkan hidup kita diatur oleh orang lain. Kehidupan merupakan hak otomi masing-masing pribadi, alangkah indahnya bila kita bisa menjalani kehidupan tapi juga menikmati kehidupan yang indah ini

Kehidupan kita adalah kita yang menentukan, seperti menyetir mobil, kalau kita mengarahkan mobil itu ke jurang, maka masuk juranglah kita. Kalau mulai sekarang kita tidak menyayangi diri kita, maka penyakitlah yang akan datang, sakit adalah tamu yang kita undang sendiri dan mempersilahkannya masuk, kita beri makan dan kita beri tumpangan tidur gratiss...padahal tamu itu akan merusak barang-barang berharga kita.

Kadang bahkan sering kita menyepelekan hari ini, padahal kehidupan kita adalah hari ini, bukan masa lalu dan hanya 50% untuk besok. Belum tentu kita akan hidup sampai sepanjang waktu yang kita pikirkan, bisa saja hari ini kita dipanggil Tuhan, atau besok, lusa atau mungkin 100 tahun lagi. Nah, kalau hidup sedemikian singkat dan tak terduga, bijak rasanya kalau kita mncermati kembali tentang apa yang sudah kita perbuat untuk diri kita, keluarga kita, masyarakat bahkan bangsa dan negara kita yang tercinta ini.......

Sering kita melakukan sesuatu bukan kemampuan terbaik kita, apakah kita pernah terpikir bahwa kesempatan itu jarang datang 2 kali. Selalu kita baru melakukan yang terbaik dari kita di kesempatan yang kedua. Gunakan energi kita untuk melakukan yang terbaik setiap saat. Hasilnya pasti akan tak terduga.....
Menjadi diri sendiri adalah yang terbaik, tapi kita perlu juga mengimitasi orang lain agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Kita tidak ditakdirkan untuk menjadi lemah, kita semua manusia hebat....hanya saja, kehebatan kita tergantung dari seberapa keras usaha kita...
Tetap semangat!!!!!

Buka Mata Buka Hati buat AIDS

Kalau kita melihat dan mendengar penderita AIDS pasti reaksi awal yang ada adalah takut. Ayo buka mata dan buka hati bahwa mereka ada dan mereka butuh bantuan kita, paling tidak dengan tidak mencibir dan menjauhkan mereka dari pergaulan kita. Dalam rangka acara hari AIDS se-dunia. BARLI Museum Bandung mengadakan acara buka mata buka hati. Acara yang mencerahkan banyak orang pastinya. Mudah-mudahan....

AIDS secara nyata ada di Indonesia dari pemeriksaan darah yang sangat terbatas diketahui keberadaannya di 14 propinsi. Kasus pertama ditemukan pada tahun 1987, dan 7 tahun kemudian (Maret 1994) dilaporkan penderita AIDS berjumlah 55 orang, jumlah kumulatif HIV positif 213 orang, tetapi menurut WHO diperkirakan jumlah sebenarnya sudah mendekati 35.000-50.000 orang, suatu peningkatan yang luar biasa banyaknya.

Serupa dengan pola penyebaran di negara-negara lain di Indonesia juga muncul pertama kali diantara orang-orang homoseks; kemudian juga muncul pada sekelompok kecil orang-orang berperilaku resiko tinggi, seperti pecandu obat narkotik, para tunasusila serta pelanggannya. Namun akhirnya penyakit fatal ini menyebar ke seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu, pria dan wanita; bahkan sudah ada wanita hamil bukan WTS yang mengidap AIDS. Prosentase terbesar ditemukan pada kelompok usia produktif (15-49 tahun): 82,9%, sedangkan cara penularan yang paling banyak adalah melalui hubungan seksual (95.7%), yang terdiri dari heteroseksual 62,6%, pria homo/biseksual 33,1%.

Dilihat dari jumlah kasus, masalah penularan HIV/AIDS di Indonesia bisa dianggap masih sedikit. Namun, yang harus di waspadai adalah : cepatnya peningkatan jumlah orang yang terinfeksi, luasnya penyebarannya (14 propinsi, semua kelompok sosial ekonomi dan makin cepatnya pertambahan jumlah wanita yang terinfeksi dibandingkan dengan pria). Hal ini merupakan ancaman terhadap pembangunan dan kehidupan bangsa Indonesia. Angka kematian kasar (terutama dari kelompok usia produktif) akan meningkat, harapan hidup akan menurun. Jumlah dan produktifitas tenaga kerja akan menurun dengan dratis, yang secara langsung mempengaruhi produktifitas dan pendapatan nasional. Biaya kesehatan (langsung dan tidak langsung), serta anggaran yang dibutuhkan untuk kesejahteraan sosial (keluarga yang kehilangan mata pencaharian, anak-anak yatim piatu) sebagai dampak AIDS akan sangat meningkat.

Istilah ODHA dalam bahasa Indonesia berasal dari istilah People Living with HIV/AIDS (PLWHA) dalam bahasa Inggris. ODHA merujuk pada individu yang terinfeksi HIV, baik yang masih dalam tahap HIV positif maupun yang sudah masuk dalam tahap AIDS (Unaids, 2003; Support, 1995). Selain ODHA, dalam bahasa Indonesia terdapat istilah OHIDHA (Orang yang hidup dengan ODHA) yang menunjuk pada individu-individu lain yang terkena pengaruh secara tidak langsung dari penyakit ini, seperti keluarga, pasangan, teman ODHA, relawan, dan lain-lain..

Mulai sekarang sayangi diri kita..Syukuri bahwa kita masih diberi kehidupan dan kesehatan yang baik....

Mau hormat tapi salah..

Pengalaman ini saya alami sendiri dalam perjalanan saya mengikuti kuliah. Pembimbing saya yang bergelar profesor, tidak mau lagi membalas sms saya (karena biasanya kita enggan menelepon dosen ya, takut terjadi sesuatu yang tidak terduga) hingga saya sedikit terkendala dalam bimbingan tesis.

Saya heran plus bingung kenapa beliau tidak pernah lagi membalas sms. Untung saya ketemu dengan mahasiswa S3 suatu hari dalam rangka bersama-sama mau bimbingan, dan beliau yang kita tunggu ternya tidak datang dan mempunyai satu kesibukan penting yang tentunya tidak bisa ditinggalkan. Saya menyampaikan keluhan saya, dan si S3 tanya dan ingin diperlihatkan isi sms yang saya tujukan buat prof. Rupanya masalahnya terpecahkan..........

Kebiasaan saya kalau sms pakai assalamualaikum, hanya saya singkat dengan ass, atau askum. Ternyata prof pernah mendiskusikan ini pada si s3, beliau mengatakan "Kenapa ya...kita suka menyingkat bacaan yang semestinya tidak boleh disingkat, kalau disingka assalamualaikum menjadi ass...artinya apa ya... itu masalah prinsip "katanya", kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri, bagaimana kita mau menyebarkan kebaikan pada orang lain". Saya bingung dan malu, padahal masalah ini saya anggap biasa saja, ternyata beliau yang pasti sudah banyak makan asam garam kehidupan menganggap ini masalah yang penting banget.

Akhirnya, saya kalau sms dengan assalamualaikum yang lengkap, meski agak capek nulisnya...tapi hasilnya ada, sms saya langsung di balas...

Pembelajaran yang berharga buat saya...

Jumat, 27 November 2009

Liburan di Jogja (Borobudur..)




Liburan di Bali (Nusa dua, Sanur, dreamland beach)





Liburan di Bali (Alas kedaton......)


Kali ini mau lihat aksi para mongkey yang luchu-luchu, yang jelas bukan mau memiripkan wajah......


Liburan di Bali ( Tanah Lot...)




Baru di jemput temen dari terminal Ubeng denpasar, kita langsung di ajak jalan ke Tanah Lot, asyikkkk...dunk. Lanjut deh langsung ke lokasi yang dituju. Baju yang dipake juga langsung beli di bali, murah meriah..


Liburan di Bali (Pantai Kuta..)





Liburan di Bali (GWK........)


Motor melaju dengan cepat ke GWK...tadinya belum faham lokasi apa itu.. Terletak di kawanan pebukitan dgn pemandangan yg menawan seperti Pantai Kuta & Jimbaran di kejauhan, Airport Ngurah Rai dan Pelabuhan benoa. Kamu bisa mencapai GWK melalui beberapa jalur. Diantaranya melewati kampus Universitas Udayana yg yang letaknya jelimet benget tapi dapet bonus liat mahasiswa yang berseliweran, atau langsung melalui jalan utama Jimbaran dgn beberapa tikungan yang tajam dan berbahaya.

Saya ngutip dari beberapa situs wisata bali, Patung ini berlokasi di Bukit Ungasan - Jimbaran Bali. Karya masterpiece Bali I Nyoman Nuarta. Saat ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi Landmark bagi pariwisata Bali dan Indonesia. Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pelindung, mengendarai burung Garuda. Diambil dari cerita “Garuda & Kerajaannya” dimana rasa bhakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.

Patung ini dibangun dengan ketinggian 140 meter, diproyeksikan untuk mengikat tat ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Terletak diatas dataraan tinggi batu kapur padas dan menatap kawasan wisata dipesisir selatan Bali, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park adalah jendela seni dan budaya Pulau Dewata yang memiliki latar belakang alami serta panorama yang sangat mengagumkan.

Dengan jarak tempuh 15 menit dari Pelabuhan Udara dan kurang dari satu jam dari lokasi perhotelan utama, GWK menjadi salah satu tujuan utama untuk berbagai pertunjukan kesenian, pameran dan konferensi ataupun kunjungan santai bahkan kunjungan spiritual Kawasan seluas 250 hektar ini merangkum berbagai kegiatan seni budaya, tempat pertunjukan serta berbagai layanan tata boga. Sebagaimana istana-istana Bali pada jaman dahulu, pengunjung GW K akan menyaksikan kemegahan monumental dan kekhusukan spiritual yang mana kesemuanya disempurnakan dengan sentuhan modern dengan fasilitas dan pelayanan yang tepat guna. Kendatipun anda datang sebagai bagian dari ribuan pengunjung sebuah event kebudayaan ataupun seorang diri untuk menikmati sekedar hidangan ringan dan minuman sembari menyaksikan matahari terbenam, anda akan merasakan keindahan alam dan budaya Bali serta keramah-tamahan penduduknya.
Wisnu - Simbol Hindu yang melambangkan kekuatan utama pemelihara alam semesta yang mendominasi kawasan ini. Diwujudkan sebagai patung berukuran raksasa terbuat dari kuningan dan tembaga dengan ketinggian mencapai 22 meter, menjadikan figur ini sebagai perwujudan modern sebuah kebudayaan dan tradisi kuno. Wujud yang menyertainya adalah Garuda - seekor burung besar yang menjadi kendaraan Dewa Wisnu sebagai perlambang kebebasan sekaligus pengabdian tanpa pamrih.

Gapura Batu - beberapa buah pilar batu cadas alami setinggi 25 meter yang berdiri kokoh yang akan ditatah dengan berbagai ornamen yang diambil dari kisah dramatis Ramayana yang menjadi sumber inspirasi seni pertunjukan Bali. Pahatan ukiran latar belakang relief bercorak seni pahat pewayangan (Kayon atau Gunungan) yang sangat khas Bali dan Jawa

Berdekatan dengan patung Dewa Wisnu terdapat Parahyangan Somaka Giri, sebuah mata air keramat darimana mengalir air yang dengan kandungan mineral-mineral utama. Keberadaan air di puncak bukit kapur padas ini memang merupakan sebuah keajaiban dan belum dapat dijelaskan dengan ilmiah, sehingga menjadikannya tempat kunjungan spiritual dan meditasi.

Air tersebut dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan telah dipergunakan luas dikalangan penduduk setempat dalam upacara memohon hujan guna mendapatkan panen yang baik. Keberadaan Parahyangan Somaka Giri sangat menggugah naluri seseorang dalam mencari pencerahan pikiran, lahir dan batin

Dengan curah hujan yang relatif rendah namun terbuka untuk dapat menikmati hembusan angin tropis, Fasilitas yang dimiliki GWK menjadi sangat ideal. Amphitheatre dengan kapasitas 800 tempat duduk dan tatanan acoustic kelas satu, merupakan tempat yang tak tertandingi untuk pagelaran seni budaya. Lotus Pond yang dikelilingi pilar-pilar batu cadas serta latar belakang patung kepala Burung Garuda menjadikan areal berkapasitas 7500 orang ini sangat dramatis untuk berbagai perhelatan akbar. Sebagaimana arena upacara desa-desa di Bali, Street Theatre merupakan tempat yang sangat tepat untuk berbagai prosesi, fashion show dan berbagai pertunjukan bergerak. Tempat untuk beramah-tamah yang ideal adalah Plaza Kura-kura, yang memiliki kapasitas sampai 200 orang. Sebagai tambahan, yang terbuka untuk umum, Exhibition Gallery yang memiliki luas 200m2 terdapat 10m2 halaman terbuka di dalamnya.


Sejumlah cafe dan restaurant menyediakan layanan tata boga yang lengkap, dari makanan kecil, hidangan ringan hingga banquets. Layanan On-site catering yang tersedia mampu melayani hingga 2000 porsi, dengan berbagai hidangan indonesia, Oriental atau hidangan International yang dapat disesuaikan dengan tema dan lokasi tertentu.


Rabu, 25 November 2009

Liburan di Bali (Uluwatu...tinggal kacamata...)


Jalan-jalan ke Bali sebenarnya sama sekali tidak direncanakan, sampai sekarang masih nggak percaya kami sudah menjejakkan kaki di pulau dewata. Berawal dari ajakan seorang teman kuliah pasca untuk datang ke home landnya Bali. Tadinya saya berpikir nanti saja setelah tamat kuliah. Tapi kesempatan waktu dan duit tidak datang dua kali ya...jadi pas ketemu waktu yang cocok kami langsung berangkat ke jogja lanjut langsung ke Bali

Malah kami tidak memberitahukan kedatangan kami...mau buat kejutan rencananya. Malah kita yang terkejut, karena teman sedang tidak di denpasar, tapi sedang pulang kampung. Nyampe jam 11 malam di Denpasar kami langsung cari hotel murah pas di belakang terminal, harganya 40rb/permalam. Cukuplah, karena paginya kita sudah langsung berangkat lagi..

Untungnya punya temen di Bali jadi, tempat mondok amanlah...malah dapet pinjaman motor buat keliling. Tapi disini juga disediain tempat sewa motor, harganya murah kok...hanya 50rb/24jam. Di Bali cari angkutan umum susah banget. Makanya kami keliling2 pakai motor, mana cuacanya panas banget, nggak bawa tabir surya..hasilnya badan kita menghitam 40% ditambah lagi mandi di laut..

Naik motor dengan bermodalkan peta, kita akhirnya menemukan pura uluwatu, kayaknya dulu si dewi sandra n glen pernah merid disini (sssttt meski sekarang udah cerai..). menurut info temen saya, tempat ini eksotik banget. Perjalanannya agak jauh, lokasi pura ini dari Bandara Ngurah Rai kurang lebih 30 km ditempuh sekitar 45 menit atau 1 jam dari Denpasar, Kuta atau Nusa Dua dengan kendaraan bermotor, untungnya kita berangkat dari Nusa dua.

Sebelum masuk ke Pura, ritualnya kita harus memakai sarung ala bali, sebagai penghormatan masuk ke tempat suci. Bayarnya murah kok, Cuma 3 ribu rupiah, kalau mau beri makan para mongkeys yang banyak nangkring di segala tempat..bisa beli makanannya di depan. Jangan lupa untuk melepas segala aksesoris agar tidak menarik perhatian para mongkeys, mereka ahli dalam mengambil segala sesuatu, misal HP, Kacamata, bahkan anting dan kalung. Tapi para pawang kenal siapa yang suka ngambil barang, dan bisa dikembalikan.

Sewaktu kita berkunjung ke pura, ada wisatawan dari jepang kehilangan HP yang dipegangnya, tapi pawang bertindak cepat...akhirnya barangnya kembali. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan, sekaligus mengharukan. Dengan sedikit kompromi with japanese language, si pawang kebagian tips 100rb..lumayanlah. Ternyata monyet seperti manusia juga, ada yang berhati lembut, ada yang cuek, ada yang suka maling kaya tadi. Karena asyik memperhatikan sekalian mentertawakan kejadian tadi (dalam hati sih, sudah dianjurkan dari awal barang-barang diamankan, masih dipegang juga Hpnya sama si nipon.....). Eitsss, secepat kilat..giliran kaca mata my hubby yang mulai diamankan si monyet yang lari tunggang langgang ke atas pohon. Sekarang gantian para jepang heboh, dan para pawang mencoba mengembalikan kacamata my hubby. Langsung deh, saya bilang nggak usah dibalikin, buat kenang2an para mongkey, untungnya kacamata itu baru kita beli diluar, harganya cuma 10rb, mending di sumbangin aja kan. Hikmahnya, kalau di tempat yang dianggap suci pikiran pun harus suci.....

Di ujung paling barat semenanjung Bukit, terdapat sebuah Pura Sad Kahyangan sebagai penyangga salah satu darl 9 arah mata angin yakni Pura Luhur Uluwatu. Pura Luhur Uluwatu adalah salah satu pura di Bali dengan lokasinya yang sangat indah. Daya tarik utama bagi para wisatawan dari pura ini adalah panoramanya yang spektakuler. Terletak di bagian barat laut, pura ini seperti bertengger di ujung tebing batu yang sangat tinggi dan curam, dengan pemandangan lautnya dibawah berwarna biru bersih dan hantaman ombak yang menghasilkan buih-buih putih yang sangat cantik.
Pura ini terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Kalau dilihat dalam peta Pulau Bali, bisa kita temukan di kaki Pulau Bali. Pura ini dibangun, bertengger persis di atas batu karang yang menjorok ke laut dengan pemandangan yang luar biasa indahnya, terlebih-lebih tatkala Surya mulai redup menurun di ufuk barat.

Pura Uluwatu pertama-tama dipakai sebagai tempat pemujaan Dewa Rudra untuk memohon keselamatan alam yang dilakukan oleh Empu Kuturan pada abad ke 13 berdasarkan Prasasti Blanjong. Empu Kuturan-lah yang menurunkan ajaran ilmu sosiologi (adat istiadat) kepada masyarakat Bali dengan segala peraturan tata tertibnya.
Menurut sejarah, seorang pendeta Hindu yang berasal dari Jawa bernama Empu Kuturan adalah orang yang pertama kali membangun pura di tempat ini. Kemudian diteruskan oleh sejawatnya yang kemudian juga membangun pura Tanah Lot yang juga terkenal dengan pemandangan matahari terbenam (sunset) yang sangat indah.
Pura tersebut berikutnya juga dipakai oleh pendeta suci yang bernama Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali di akhir tahun 1550 untuk melepaskan ikatan keduniawian atau mengakhiri perjalanan sucinya dengan Moksa / Ngeluhur di tempat ini. Selanjutnya dengan kata itu dipakai melengkapi nama Pura yakni Pura Luhur Uluwatu.

Untuk bisa masuk kedalam pura ini pengunjung harus mengenakan sarung dan selempang yang bisa disewa ditempat itu. Waktu terbaik untuk mengunjungi pura Uluwatu adalah sore hari pada saat matahari terbenam sehingga bisa menyaksikan pemandangan spektakulernya.

Puas banget dengan pemandangannya....makin siang semakin banyak pengunjungnya, kita mutusin buat lanjut lagi perjalanan dengan motor....

Selasa, 24 November 2009

Liburan di Jakarta (Tugu monas...ada emasnya nggak??)


Kalau ke Jakarta sepertinya nggak sah kalau kita tidak mampir ke Tugu Monas ya...Aksesnya mudah kok, Kalau mau naik kereta dari Gambir, udah kelihatan tugunya......tinggal jalan aja dikit. Atau naik busway juga bisa, turunnya di Gambir langsung ketemu lokasinya....Kami tidak spesial banget buat dateng ke Tugu Monas, karena kereta yang mau berangkat ke bandung 2 jam lagi, akhirnya kita nongkrong di pelataran Monas...suasananya sejuk, karena banyak pepohonan..

Disetiap akhir pekan, Sabtu atau Minggu banyak para seniman yang berkumpul di gedung Kesenian Jakarta, bahkan diantara mereka ada yang berekspresi dan memamerkan hasil kreasinya. Selain karena tempatnya mudah dijangkau, banyak warga lebih mengenal tempat ini sebagai gudangnya seniman.

Gedung Kesenian Jakarta terletak di Jalan Gedung Kesenian No. 1 Jakarta Pusat. Ide munculnya gedung ini berasal dari Gubernur Jenderal Belanda, Daendels. Kemudian direalisasikan oleh Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814.

Pada masa pendudukan tentara Dai Nipon, gedung ini dijadikan sebagai markas tentara. Sedangkan pada masa kemerdekaan difungsikan sebagai ruang kuliah untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Hukum Universitas Indonesia, dan gedung bioskop. Pada awalnya gedung ini bernama Municipal Theatre, Schouwburg, atau dengan lebih populer disebut "Gedung Komidi". Di jaman Jepang disebut dengan Kiritsu Gekitzyoo, lalu berubah menjadi bioskop Dana, dan City Theatre. Kemudian pada tahun 1984 bangunan ini dipugar dan dikembalikan kepada fungsi semula sebagai pentas kesenian, dan ditetapkan namanya menjadi "Gedung Kesenian Jakarta"

Tugu Peringatan Nasional yang satu ini merupakan salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda. Monumen Nasional yang berada dipusat kota Jakarta yaitu di Lapangan Monas Jakarta Pusat dibangun pada tahun 1960.

Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obelik yang terbuat dari marmar yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 137 meter.
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin mencapai kemerdekaanTugu Peringatan Nasional ini lebih dikenal dengan sebutan Tugu Monas yang dibangun diareal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan F. Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno. Resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Di dekat tugu, masih dalam areal Monas, terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda terbuat dari perunggu seberat 8 ton. Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan Konsulat Jenderal Honores, Dr Mario, di Indonesia. Kolam ini menjadi salah satu daya tarik pengunjung untuk menikmati air mancur dan suasana sejuk airnya.Monas mengalami lima kali pergantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Disekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.

Pada hari-hari libur, Minggu atau libur sekolah banyak masyarakat yang berkunjung kesini.

Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga keatas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta yang semakin padat dan semrawut dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, Senin - Sabtu mulai pukul 9.00 - 16.00 WIB.

Ada bus lokal yang berseliweran di sekitar monas, gratis buat putar-putar di sekitar monas....


Liburan di Jakarta (at Kota Tua...)


Lagi di ibu kota negara nih, panasss bener....rencana hari ini ke musium Fatahillah alias kota tua jakarta. Bila naik busway Blok M-Kota, turunnya di Halte Stasiun Kota. Ketika keluar
dari haltenya, kita ambil jalan ke arah utara (kiri), jalan kaki agak jauh sih tapi biar badan sehat, jalan aja teruuus aja, ntar ketemu deh lapangan besar, yah itu namanya adalah Taman Fatahillah, nah di sini ada gedung gede yang menghadap ke lapangan itu, itulah yang disebut Museum Sejarah Jakarta.

Bila naik KRL, turunlah di Stasiun Kota (Beos). Keluar dari stasiun, ambil jalan ke arah utara (kanan), jalan kaki agak jauh sih tapi sehat sih hehehe, pokoknya jalan aja teruuus aja, ntar ketemu deh lapangan besar, yah itu namanya adalah Taman Fatahillah, nah di sini ada gedung gede yang menghadap ke lapangan itu, itulah yang disebut Museum Sejarah Jakarta

Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp2.000,- ( dewasa ) kita akan dibawa dalam suasana Jakarta Tempoe Doloe dengan pintu-pintu dan jendela berbadan lebar.
Wah, lagi ada syuting film hantu kereta manggarai nih, tapi kok nggak ada artisnya ya...Kita jalan putar2 trus tetep foto2...seru lah..

Kata wikipedia nih, Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.
Gedung ini dulu adalah Stadhuis atau Balai Kota, yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn. Bangunan balaikota itu serupa dengan Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.
Arsitektur bangunannya bergaya abad ke-17 bergaya Barok klasik[rujukan?] dengan tiga lantai dengan cat kuning tanah, kusen pintu dan jendela dari kayu jati berwarna hijau tua. Bagian atap utama memiliki penunjuk arah mata angin.

Museum ini memiliki luas lebih dari 1.300 meter persegi. Pekarangan dengan susunan konblok, dan sebuah kolam dihiasi beberapa pohon tua.

Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Cina, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.

Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.

Kita juga bisa menyewa sepeda buat keliling-keliling kota tua, harganya murah kok...